Berita Blitar

Penderita Tumor Asal Blitar Enggan Dibawa ke Rumah Sakit

"Tadi pagi, tim kami sudah datang ke rumahnya, namun yang bersangkutan tak mau dibawa ke rumah sakit. Akhirnya, tim balik," kata Saiful SKM, Kepala Pu

Penderita Tumor Asal Blitar Enggan Dibawa ke Rumah Sakit
surya/imam taufiq
Pujiasih (40) hanya bisa tergolek di rumahnya di Kelurahan Pakunden RT 3/RW 4, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, akibat tumor yang dideritanya. 

SURYA.co.id|BLITAR - Usaha tim medis untuk mengobatkan Ny Pujiasih (40), penderita tumor asal Kelurahan Pakunden Rt 03/Rw 04, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, gagal.

Itu karena Pujiasih menolaknya ketika akan dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Selasa (1/9), dengan alasan sudah pasrah sama penyakit yang dideritanya.

"Tadi pagi, tim kami sudah datang ke rumahnya, namun yang bersangkutan tak mau dibawa ke rumah sakit. Akhirnya, tim balik," kata Saiful SKM, Kepala Puskesmas Kecamatan Sukorejo.

Tak cukup sekali datang. Selang beberapa jam kemudian sekitar pukul 10.00 WIB, papar dia, tim medis dari Puskesmas Sukorejo kembali mendatangi Pujiasih.

Malah, kedatangan tim kali ini, lengkap dengan membawa mobil ambulan, serta dilengkapi sama peralatan medis lainnya.

Namun, lagi-lagi ibu empat anak itu menolaknya, sehingga tim medis tak berani memaksanya.

"Namun, kami sedang mengirim tim lagi, untuk merayunya sekali. Namun, kalau masih menolak, kami minta agar yang bersangkutan menandatangi pernyataan, bahwa ia tak mau dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Saiful menambahkan, padahal semua biaya akan ditanggung pemerintah. Namun, entah apa alasannya, ia enggan diobatkan.

Irwan Setiawan (45), suami Pujiasih mengaku tak berani memaksa istrinya. Sebab, menurutnya, istrinya mengaku sudah pasrah dengan penyakit tumor yang dideritanya.

"Saya sudah merayunya, namun istri saya nggak mau. Katanya, ia nggak mau merepotkan," ujar Irwan, singkat.

Seperti diketahui, Pujiasih saat ini sedang menderita penyakit tumor. Di tulang igah sebelah kiri atau tepatnya di bawah payudaranya, tumbuh benjolan besar atau sebesar bola voli.

Akibat benjolan itu, tak hanya membuat tubuhnya kian melemah, bahkan kian kurus, namun tangan kirinya tak bisa bergerak leluasa karena terganjal benjolan itu.

Lebih-lebih dibuat gerak, benjolan itu kian sakit karena ikut gerak. Akibatnya, hari-harinya hanya dihabiskan buat tidur. Katanya, itu bisa mengurangsi sakit.

Sebab, kalau tak tidur, benjolan itu cukup nyeri.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved