Berita Pamekasan

11 Hari, Polres Pamekasan Belum Tetapkan Tersangka Kasus Raskin

#PAMEKASAN - Ada penyimpangan 7 ton raskin dalam Colt Diesel M 8711 UA di Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura.

11 Hari, Polres Pamekasan Belum Tetapkan Tersangka Kasus Raskin
surya/hayu yudha prabowo
Kualitas beras untuk warga miskin (raskin) 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Meski sudah memasuki hari ke-11 pengungkapan kasus penyimpangan 7 ton beras untuk rakyat miskin (raskin), Polres Pamekasan belum menetapkan tersangkanya.

Padahal, penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) polres sudah memeriksa tujuh orang saksi, di antarannya sopir truk, kepala desa (Kades) Bujur Timur, Mohammad Hari, warga penerima manfaat, pihak kecamatan dan petugas Satuan Kerja (Satker) Bulog Pamekasan.

Mereka diperiksa terkait pengangkutan 7 ton raskin dalam Colt Diesel M 8711 UA di Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura. 

Kanit Idik IV Polres Pamekasan, Ipda Anwar, Selasa (1/9/2015) mengatakan, sampai sekarang penyidik belum bisa menetapkan tersangka, karena masih memerlukan bukti pendukung, sehingga membutuhkan beberapa saksi lagi untuk dimintai keterangan yang mengetahui pendistrisbusian beras itu.

Dikatakan, selain meminta keterangan saksi, penyidik telah mengantungi beberapa dokumen beras dari Kecamatan Batumarmar dan dari Bulog. “Bukannya kami mendiamkan kasus dugaan penyimpangan raskin ini, namun sampai sekarang kami terus meminta keterangan saksi,” ujar Ipda Anwar.

Dijelaskan, untuk sopir truk pengangkut raskin, Junaidi, baru dimintai keterangan, itu pun hanya berlangsung sebentar dan tidak tuntas. Sebab begitu kasus itu terungkap dan Junaidi hendak dimintai keterangan, mendadak penyakit jantungnya kambuh, sehingga Junaidi dirawat di RS Paru dan sekarang menjalani rawat jalan.

Ditegaskan, dalam penyelidikan ini ia berhati-hati dan tidak mudah untuk langsung mempublikasikan hasil pemeriksaan. Sebab ada beberapa hal hasil pemeriksaan yang tidak bisa dipublikasikan.

“Kami berusaha untuk menutaskan kasus ini. Nanti jika dalam tahap penyelidikan ini layak ditingkatkan kepada penyidikan, kami akan naikkan statusnya, namun terlebih dulu melalui gelar perkara,” ungkap Ipda Anwar.

Ditambahkan, dari 7 orang yang sudah dimintai keterangan, tidak seorangpun saat ini untuk dijerat sebagai tersangka. Walau saat penangkapan petugas menemukan penyimpangan, beras bulog masing-masing 15 kg, sudah dioplos dan dimasukkan ke sak masing-masing beratanya 50 kg.

Seperti diberitakan, Polres Pamekasan menyidik kasus penyimpangan raskin sebanyak 7 ton, dengan mudus beras itu akan didistribusikan ke sejumlah kepala dusun (Kasun) di Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved