Suami Bunuh Istri dan Anak
Abdullah Menangis Saat Rekonstruksi
Fakta baru yang lain Abdullah dipastikan meminum HCL menggunakan gelas di dalam kamar mandi.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | MALANG - Abdullah (50), pembunuh istri dan anaknya yang tertangkap Polres Malang, menangis saat menjalani rekontruksi di Polres Malang, Jumat (28/8/2015) siang. Tubuhnya juga lemas sehingga sering dipapah oleh polisi setiap berjalan.
Warga Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini menangis pada saat memperagakan adegan pembunuhan Wiwik Halimah (48), istrinya.
Saat itu bapak dua anak ini tiba-tiba menunduk, lalu air matanya menetes perlahan. Rekontruksi tersebut lalu berhenti sesaat karena Abdullah tak kuat secara emosional melanjutkan rekontruksi. “Istighfar ya Pak,” kata seorang polisi yang mendampinginya.
Setelah Abdullah bisa menenangkan diri, rekontruksi lalu dilanjutkan tapi air matanya tetap menetes. Walau demikian, ia berusaha tegar dan kembali memperegakan adegan yang masuk dalam urutan ke 28.
Saat itu Abdullah mendengar suara kaki berjalan ke arah kamar mandi. Dari pintu kamar, Abdullah mengintip suara itu adalah istrinya. Abdullah yang sudah kehabisan kesabaran lalu mengambil parang di dalam gudang pertanian.
Dalam kegelapan ruang tengah dan dapur, Abdullah kemudian memegang istrinya dari belakang serta menggorokkan pedang ke leher. “Istri saya sempat teriak minta tolong, lalu anak saya keluar dan berusaha merebut parang di tangan saya,” cerita Abdullah.
Putri Sari Devi (18), anak kedua Abdullah juga terkena imbas emosinya. Abdullah juga menebaskan parang ke tubuh Putri. Anak keduanya pun tewas dengan sebagian jari-jarinya putus.
Setelah anak dan istrinya meninggal, ia langsung masuk kamar mengambil sprei, bantal, korden dan ditaruh di atas tubuh kedua korban. Tersangka kemudian mengambil bensin dan menyiram dua tubuh yang terbaring di lantai, lalu membakarnya.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat menjelaskan, ada 34 adegan yang tercatat polisi dalam rekonstruksi ini. Rekonstruksi ini juga membuka banyak fakta baru dari kasus yang dipicu laporan Wiwik yang meminta cerai dari Abdullah di Balai Desa Argosari, Jabung, Senin (4/8/2015) pagi.
“Kronologis awalnya dari pertemuan korban dan tersangka di Balai Desa,” tegas Wahyu.
Pemicu ini, lalu berkembang dengan sikap ketus Wiwik selama di rumah. Abdullah sempat bertanya persoalan menu makanan di meja yang kosong, kemudian dijawab Wiwik dengan nada ketus, “Untal aja itu seadanya.”
“Pembunuhannya terjadi dini hari (sekitar pukul 02.00), setelah korban (Wiwik) ke kamar mandi. Jadi tidak ada pintu yang dirusak tersangka sebelum kejadian,” kata Wahyu.
Kamar yang dahulu diduga didobrak Abdullah ternyata memiliki kunci yang rusak. “Rusaknya sebelum peristiwa ini,” ungkap Wahyu.
Selain fakta baru ini, Abdullah juga diketahui menyeret tubuh Wiwik agar berdekatan dengan Putri agar lebih mudah membakar tubuh keduanya dan menghilangkan jejak.
Fakta baru yang lain Abdullah dipastikan meminum HCL menggunakan gelas di dalam kamar mandi. Meski demikian, teka teki penyebab luka sayatan di mulut dan pipi Wiwik saat itu belum terjawab. Abdullah tidak memperagakan hal tersebut selama rekonstruksi yang berjalan dua jam.
“Kami akan mengkoreksi hasil pemeriksaan, rekonstruksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena tubuh posisi tubuh Wiwik dan Putri saat rekontruksi saat ini berbeda,” ungkap Wahyu.
Wahyu menjelaskan, Abdullah menunjukkan posisi Wiwik ada di dapur dan ruang tengah saat rekonstruksi. Kondisi ini bertolak belakang dari temuan polisi saat olah TKP yang menunjukkan bahwa posisi Wiwik ada di ruang tengah.
“Jadi posisi Wiwik yang ditunjukan adalah posisi putrinya saat olah TKP. Tapi ini masih kami telusuri dulu,” tambah Wahyu.
Diduga, Abdullah salah dengan urutan rekonstruksi sebab saat pembunuhan terjadi lampu rumah dalam keadaan mati. Ada kemungkinan pula yang pergi ke kamar mandi adalah Putri, bukan Wiwik.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA