Miss Indonesia 2015
Maria Harfanti Sajikan Tari Tor Tor ke Pentas Miss World
Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 akan membawakan Tari Tor Tor di pentas Miss World 2015 di Sanya, Tiongkok bulan November 2015.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang keberangkatan ke ajang Miss World 2015 yang digelar di Sanya, Tiongkok, Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 terpaksa ambil cuti dari kuliahnya di jalur S2 Jurusan Magister Manajemen Universitas Indonesia. Maria terpaksa ambil istirahat selama setahun agar bisa fokus mempersiapkan diri di pentas dunia tersebut.
Saat ini, gadis kelahiran Jakarta, 20 Januari 1992 itu mengaku sedang getol mempelajari Tari Tor Tor. Tarian khas Batak itu dipiih untuk dipamerkan di panggung Miss World 2015 mendatang.
“Selama ini tarian ini belum pernah diperkenalkan di pentas Miss World. Saya harap nantinya masyarakat luar lebih banyak mengenal budaya Indonesia lewat tarian ini,” ujarnya, MInggu (23/8/2015).
Ditemui di tengah acara Seminar Nasional Citra Diri & Workshop Beauty and Handsome Class 2015 di Atrium Giant Maspion Square, Maria menambahkan, persiapan lain yang sedang dilakukan adalah kegiatan sosial di Banten. “Kami bantu masyarakat setempat dalam hal penyediaan air bersih dan MCK,” tegasnya.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini menambahkan, program air bersih dan MCK di Banten jadi fokus perhatiannya karena daerah itu selama ini dikenal gersang. “Kami harap yang kami lakukan bisa membantu masyarakat setempat khususnya terkait masalah ketersediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” bebernya.
Dalam kontes yang digelar tanggal 16 Februari 2015, Maria berhasil menyisihkan 33 kontestan lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia. Maria sukses menjawab pertanyaan dari ketua dewan juri Liliana Tanoesoedibjo mengenai program kerja apa yang akan dilakukannya jika menang nanti.
"Saya akan menjadi pribadi yang berintegritas dan berkontribusi bagi masyarakat. Saya juga akan mempromosikan penggunaan produk lokal dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke dunia luar," jawabnya waktu itu.
Disinggung mengenai pemanfaatan produk lokal ini, Maria memberi contoh dirinya sangat percaya diri memakai kosmetik lokal untuk mendukung tampilannya sehari-hari. “Ini yang termasuk dalam program saya nanti, yaitu mengenalkan pada masyarakat luar bahwa Indonesia punya produk kecantikan yang tak kalah dengan brand luar,” tutur lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti ini.
Pernyataan Maria ini senada dengan ucapan Dr Alim Markus, Presiden Direktur PT Maspion Grup maupun Bryan Tilaar, Dirut PT Martina Berto Sari Ayu di forum Seminar Citra Diri bertema Kiat Menghadapi MEA yang diadakan di tempat yang sama. “Percaya diri itu kunci utama keberhasilan menghadapi ketatnya berbagai tantangan belakangan ini,” tandas Alim Markus.
Sambil bercanda, Alim Markus lalu menyontohkan dirinya yang kini jadi selebriti lantaran jadi bintang iklan. Pengusaha senior Surabaya ini sering tampil di layar kaca dan dikenal lewat celetukkannya “Cintailah Produk-produk Indonesia.”
“Kalau saya nggak punya rasa percaya diri nggak mungkin bisa tampil di TV. Apalagi umur saya kan masih 34 tahun. Tapi, diskonnya 30 tahun,” kata Alim sambil tertawa.
Sementara Bryan menyatakan, tanpa ada MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) pun setiap orang harus siap menghadapi persaingan. “Agar siap menghadapi persaingan itu, kita harus yakin dulu dengan penampilan kita,” cetusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/miss-indonesia-2015_20150826_121522.jpg)