Senin, 20 April 2026

Berita Unik

20 WNI Tumbang Saat Merayakan Agustusan di Hongkong

Tahun depan, kalau masih sepanas ini, kami akan bawa lebih banyak kipas angin untuk mereka

Penulis: Adi Sasono | Editor: Titis Jati Permata
scmp
Para WNI berusaha mendinginkan diri dengan minum es teh dan tiupan angin dari kipas angin mini saat merayakan HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI di Victoria Park, Hongkong, Minggu (23/8/2015). 

SURYA.co.id | HONGKONG - Sekitar 20 warga Indonesia jatuh pingsan ketika merayakan HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI di Victoria Park Hongkong, Minggu (23/8/2015).

Menurut laporan South China Morning Post, Senin (24/8/2015), kepala mereka pening karena suhu yang sangat panas sebagai dampak Topan Goni.

Sembilan orang di antaranya bahkan sempat dirawat di rumah sakit.

Dilaporkan, di wilayah perkotaan suhu udara mencapai 34 derajat Celsius, bahkan di kawasan Sheung Shui bisa mencapai 37 derajat.

Di Victoria Park, tempat berkumpul favorit para pekerja domestik asal Indonesia, kemarin, digelar acara Agustusan dengan mendatangkan artis dari Tanah Air.

Acara semacam ini sudah digelar sejak 10 tahun terakhir.

Ribuan pekerja domestik asal Indonesia berkumpul di lapangan itu.

Mereka berdesak-desakan. Yang tumbang langsung dibawa ke tenda terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Suhu panas ini sangat serius. Selama ini memang banyak yang datang ke acara ini, tetapi belum pernah sebanyak ini yang pingsan, kata Annie Setyo, salah satu pekerja domestik yang datang ke acara itu.

"Tidak sepanas tahun lalu," imbuh rekannya, Bella Aquastina.

Konsulat Jenderal RI sebagai penyelenggara acara pun menghentikan acara dua jam lebih awal. Konsul Jenderal RI, Chalief Akbar menyatakan prihatin atas kejadian itu.

"Cuaca sangat tidak bisa diprediksi. Kami tidak memperkirakan suhu jadi sepanas ini. Tahun depan, kalau masih sepanas ini, kami akan bawa lebih banyak kipas angin untuk mereka," katanya.

Ia mengatakan, panitia sempat dua kali memberikan jeda acara sehingga orang-orang bisa rehat sejenak dan panitia bisa menyemprotkan air untuk sekadar mendinginkan penonton.

Prakirawan cuaca, Chan Sai-tik menjelaskan, suhu panas kemarin diakibatkan arus udara kontinental dari China daratan yang kemudian ditarik menuju pantai Guangdong. Gejala itu merupakan bagian dari Topan Goni yang bergerak ke timur.

"Ada sedikit awan di atas Guangdong dan arus udara dari daratan membuat siang hari sangat panas," katanya. (scmp)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Tags
Hong Kong
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved