Mahasiswi Farmasi Ubaya Sabet Mapres Utama PIMFI 2015

Saya suka dunia farmasi sejak SMA, dari kesukaan itulah yang mendorong saya suka dengan Ilmu Farmasi dan sangat ingin berprestasi dalam bidang farmasi

Mahasiswi Farmasi Ubaya Sabet Mapres Utama PIMFI 2015
surya/habibur rohman
JUARAI PIMFI - Mahasiswa Fakultas Farmasi Ubaya Emilia Sidharta menunjukkan penghargaan yang diperolehnya pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia 2015 di Kampus Ubaya, Jumat (21/8/2015).

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Emilia Sidharta, Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Surabaya berhasil menyabet Juara I Kompetisi PIMFI 2015 (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia) Kategori Mapres (Mahasiswa Berprestasi) Utama di Bandung, 10-16 Agustus 2015.

Mahasiswi Semester 7 itu mengaku tidak menyangka dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama dalam kompetisi ini. Apalagi kompetitornya berasal dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Islam Sultan Agung.

"Sistem gugur yang digunakan dalam kompetisi kategori ini mensyaratkan IP (Indeks Prestasi), prestasi yang pernah diraih, Karya Tulis Ilmiah (KTI), dan membuat motivation letter. Saat pengumuman babak final membuat saya berfikir keras untuk tema dan persiapannya,” jelas perempuan 22 tahun ini, Jumat (21/8/2015).

Di final yang bertempat di Universitas Padjadjaran, ada 4 tema yang disediakan dan Ubaya mendapatkan undian tema Pengembangan Peran Apoteker dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) ini baru tahun ini mengadakan Kompetisi PIFMI. “Senang bisa menang karena proses seleksinya panjang,” jelas anak pertama dari dua bersaudara itu.

"Paling lama adalah mempersiapkan KTI karena tidak ingin sembarangan. Persiapannya mencapai sebulanan. Namun makalah Peran Apoteker dalam Penanganan Jaminan Kesehatan Nasional lah yang menghantarkan mendapatkan gelar Mapres Utama PIFMI,” terang mahasiswi yang punya Indeks Prestasi Kumulatif cumlaude, 3,9 itu.

Emil melakukan kajian literatur khusus untuk melihat potensi peranan apoteker dalam menekan masalah resitensi antibiotik (antibiotic stewardship) yang banyak terjadi di Indonesia.

“Semakin banyak yang antibiotic stewardship, otomatis akan berdampak langsung dengan biaya JKN. Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk kasus antibiotic stewardship ini,” jelasnya.

“Saya suka dunia farmasi sejak SMA, dari kesukaan itulah yang mendorong saya suka dengan Ilmu Farmasi dan sangat ingin berprestasi dalam bidang farmasi,” jelas perempuan asal Bodowoso putri pasangan Eddy Sidharta dan Tjia Fen Li ini.

Emil berharap diwaktu yang akan datang dirinya bisa berkompetisi di dunia Internasional. “Tentunya bidang farmasi dengan membawa nama Indonesia,” ucapnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
belajar
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved