Kamis, 16 April 2026

Berita Mojokerto

Pemabuk Terjatuh, Temannya Cari Bantuan, Saat Kembali Sudah Tidak Ada

Suparman dalam kondisi mabuk hingga motor yang dipacu cukup kencang. Motornya terpeleset dan jatuh hingga motornya berputar 180 derajat.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yuli
sha
ILUSTRASI KORBAN KECELAKAAN 

SURYA.co.id | MOJOKERO - Lelaki bertato yang ditemukan tergeletak di tepi Jalan Raya Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto diketahui sebagai korban kecelakaan tunggal.

Korban yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) RA Basuni bernama Suparman, 37, warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Gedeg AKP Hery Susanto, menjelaskan untuk mencari tahu identitas korban cukup rumit. Karena lokasinya tidak ada permukiman sehingga polisi harus menunggu cukup lama. "Ketika anggota menunggu sempat bertanya pada warga yang kebetulan melintas dan mengaku kalau tadi ada orang yang mencari," kata AKP Hery, 20 Agustus 2015.

Sekitar 1 jam lagi atau sekitar pukul 09.00 WIB ada seorang laki-laki lalu lalang naik motor. Curiga dengan lelaki itu, petugas lantas menghentikan pengendara dan ditanya. "Orang yang diketahui bernama Sadat itu adalah temannya sehingga langsung diajak ke RS RA Basuni untuk melihat kondisi korban," tuturnya.

Sadat yang ditanya polisi, mengaku saat itu ia dibonceng Suparman dari arah Milirip pulang ke Betro (timur ke barat).

Ketika membonceng, Suparman dalam kondisi mabuk hingga motor yang dipacu cukup kencang. Sesampai di lokasi, motornya terpeleset dan jatuh hingga motor memutar 180 derajat.

Suparman tak sadarkan diri dan Sadat mengalami luka lecet. Dalam peristiwa ini, Suparman mengalami luka di bagian wajah sebelah kiri terutama mulut.

Dalam kondisi seperti itu, Sadat tak bisa menolong temannya sendirian. Apalagi di lokasi jauh dengan permukiman sehingga Sadat membawa motor menuju Pasar Gedeg untuk minta tolong temannya, dengan harapan dibawa ke RS RA Basuni.

Ternyata di Pasar Gedeg yang jaraknya sekitar 500 meter, temannya tidak ada hingga Sadat pulang yang jaraknya sekitar 5 KM.

"Sadat memberi tahu kepada keluarganya dan balik ke lokasi. Ternyata di lokasi Suparman sudah tidak ada. Makanya Sadat bolak balik mencari," ujar AKP Hery. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved