Jumat, 10 April 2026

Peringatan 17 Agustusan

Inilah Uniknya Lomba ala Komunitas Surabaya Latino Dancers

Karena kesibukan masing-masing Surabaya Latino Dancers baru bisa memeringati Hari Kemerdekaan, Selasa (18/8) malam. Aneka lomba pun digelar bersama.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
surya/pramudito
Anggota komunitas Surabaya Latino Dancers sedang asyik lomba makan krupuk. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski puncak peringatan Hari Kemerdekaan RI sudah lewat, tak membuat komunitas Surabaya Latino Dancers (SLD) kehilangan semangat untuk memeringatinya. Mereka pun kumpul di CnR Café, Selasa (18/8) menggelar serangkaian lomba di café di Jl Pucang Anom Surabaya tersebut.

Malam itu ada lima jenis lomba yang diagendakan bagi seluruh anggota komunitas SLD. Ada Crepes in The Sky (lomba makan krupuk), Push Your Buttom (lomba memasukkan botol ke dalam pensil), Mak Tharr (dansa bachata sambil membawa balon), Rubber Set (memindahkan karet), dan Ada Apa dengan Sendok (salsa sambil gigit sendok berisi kelereng).

“Lombanya mirip dengan yang selalu diadakan di kampung-kampung. Cuma sedikit dimodifikasi saja biar tambah seru,” ujar Stacey Huang, coordinator SLD.

Push Your Buttom misalnya. Jika biasanya pensil yang dimasukkan ke dalam botol, kini dibikin sebaliknya. Di sebuah tatakan diletakkan sejumlah pensil dalam posisi berdiri. Selanjutnya, botol yang digantungkan di masing-masing peserta dengan posisi terbalik harus secepatnya dimasukkan ke dalam pensil itu.

Suasana jadi riuh karena tak ada aturan di perlombaan itu. Artinya, ada saja peserta yang curang dengan mendorong peserta lain yang hampir berhasil memasukkan ujung kepala botol ke pensil. Akibatnya peserta itu tergeser dari posisinya dan gagal melakukan penyelesaian upayanya memasukkan botol tersebut.

Sedang pada lomba makan krupuk, setiap peserta ditantang makan krupuk yang digantung pada kawat yang dipasang di kepala masing-masing peserta. Lomba ini lebih sulit dari makan krupuk biasanya yang menggantungkan krupuk di seutas tali secara berjajar.

lomba

Karena setiap gerakan kepala membuat posisi krupuk ikut berubah. Tantangan kian sulit karena seperti lomba sebelumnya, selalu ada peserta yang berusaha menggagalkan usaha peserta yang nyaris selesai dengan mendorongkan tubuhnya.

Tak jarang ada peserta terjatuh karena dorongan temannya. Namun suasana tetap meriah dan penuh gelak tawa seluruh anggota komunitas tersebut.

Selain lima kategori lomba itu, panitia masih menambah kategori lain yaitu best custome. Saat hadir di acara 17an itu diharuskan memakai busana bertema merah dan putih. “Yang paling menarik nanti dapat hadiah,” cetus Stacey.

Pilihan juri jatuh pada Vincent dan Amelia sebagai pemenang Best Custome. “Mereka tak hanya sekadar pakai busana merah putih. Namun, padu padannya sangat pas ditambah aksesoris lain yang juga enak dilihatnya,” kata Petrus salah seorang juri Best Custome.

Hadiahnya apa? Diakui Stacey hadiah bagi setiap pemenang lomba bukan barang bernilai mahal. “Ini kan buat meramaikan Hari Kemerdekaan kita saja. Jadi hadiah yang disiapkan yang murah meriah juga, seperti toples atau sendok dan alat-alat dapur lainnya,” tutur Hasta, salah seorang panitia perlombaan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved