Lapor Cak

Show Room Mobil Jl Kertajaya Penuhi Trotoar

"Mulai pagi sampai sore kadang dipajang sampai trotoar," kata Prasetyo, salah satu warga Kertajaya, Minggu (16/8/2015).

SURYA, SURABAYA - Beginilah potret pedestrian di Kota Surabaya. Ada yang sesuai peruntukannya ada pula yang beralih fungsi. Ada yang dibangun lebar terutama di pusat kota. Namun di pinggiran kota sangat mengenaskan.

Untuk kawasan tertentu, nyaris hak pengguna jalan kaki di Kota Surabaya dirampas oleh pemilik modal. Akibatnya, trotoar atau pedestrian yang seharusnya disediakan untuk pejalan kaki beralih fungsi jadi tempat show room mobil permanen.

Salah satunya yang paling banyak terlihat adalah di kawasan sepanjang Jalan Kertajaya, Surabaya. Ada puluhan bahkan lebih show room mobil berjajar di sepanjang jalan ini. Kanan kiri jalan kembar di kawasan tersebut dijejali toko mobil bekas.

"Mulai pagi sampai sore kadang dipajang sampai trotoar," kata Prasetyo, salah satu warga Kertajaya, Minggu (16/8/2015).

Trotoar makin lenyap saat show room mobil itu mengeluarkan seluruh isi show room. Terutama saat mobil-mobil itu dipoles dan diperbaiki atau sekadar dicek. Mobil itu melintang di sepanjang trotoar.

Bahkan untuk titik tertentu, trotoar di kawasan Kertajaya tersebut lenyap tak meninggalkan ruang untuk pejalan kaki. Sebab, mobil-mobil show room mejeng dan nangkring di atas trotoar. Mulai pagi hingga sore.

"Kalau ada mobil yang keluar atau calon pembeli datang, kawasan ini selalu macet. Parkir mobil juga berada di badan jalan," raksi warga yang lain.

Jangankan lokasi parkir, tempat untuk menampung mobil dagangan saja para pemilik show room itu tak memiliki ruang. Namun mereka tetap memaksakan diri melakukan usahanya. Di sisi lain, petugas dan Pemkot nyaris "tak mempermasalahkan" dan membiarkan show room mobil leluasa memakan trotoar.

Pantauan di lapangan, semua show room tak memiliki fasilitas parkir. Semua pengunjung yang datang ke jual beli mobil bekas ini menaruh begitu saja mobilnya di pinggir jala raya, tapi masih masuk badan jalan.

Rata-rata, mereka menampati rumah khusus dengan mobil dijajar di dalamnya. Rata-rata show room ini paling sempit memiliki lebar 10 meter. Semua menjajakan mobil bekas. Kawasan Kertajaya memang sudah sejak lama jadi sentra show room mobil bekas selain kawasan Jalan Ngagel dan Manyar.

Meski kerap membuat kemacetan dan merampas hak pejalan kaki, namun petugas dan Pemkot jarang menegur. Petugas juga jarang merazia pelanggaran trotoar oleh pemilik modal tersebut.
"Hampir tak pernah ada razia khusus untuk mobil-mobil yang dijajakan di trotoar," reaksi Abdul Malik, warga yang lain.

Surya.co.id menjumpai sejumlah pejalan kaki yang dipaksa menyingkir dari jalur miliknya. Mereka harus turun ke aspal dan berjalan menengah karena semua trotoar dijadikan tempat jajakan mobil bekas.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved