Berita Situbondo
Perjuangan Sosok Kiai As'ad Ditampilkan Saat Upacara di Situbondo
"Ya sosok kiai As'ad ikut andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan," jelasnya.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Yoni
SURYA.co.id| SITUBONDO - Suasana upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 70 yang berlangsung di alun-alun kota Situbondo, nampak berbeda.
Upacara pengibaran bendera merah putih, peserta upacara dihibur dengan drama teatrikal perjuangan sosok Kiai As'ad Syamsul Arifin ketika melawan penjajah.
Aksi draman teatrikal yang melibatkan puluhan pemain telah menarik perhatian pejabat dan peserta upacara.
Sutradara drama teatrikal Agus Sukandar mengatakan, pagelaran ini bersumber dari sejarah yang diambil dari sebuah novel kuda putih.
Perjuangan kiai As'ad didasari pada saat keterpurukan rakyat Situbondo setelah gerbong TNI di Baluran dikuasai penjajah.
Sehingga kiai As'ad membentuk pelopor dari kalangan pencuri atau bajingan yang telah bertaubat.
Namun, kiai. As'ad tidak lupa, bagi masyarakat yang berniat belajar di pondok pesantren dilarang untuk ikut bergabung berperang.
"Seperti Yusuf yang meninggal di medan perang tadi, artinya santri dilarang dan tetap harus mencari ilmu," kata seniman asal Jalan Plaosan, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo.
"Ya sosok kiai As'ad ikut andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, teatrikan ini ingin menanamkan nasionalisme kepada masyarakat.
"Ini bukan hanya yang sudah dewasa atau senior, tapi juga kepada para pelajar pelajar," ujar Dadang Wigiarto kepada SURYA Online.
Dengan ini, maka diharapkan menjadi semangat untuk mengembangkan situbondo semakin maju kedepannya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/drama-kiai-asad_20150817_134817.jpg)