Berita Jember
Misteri Pak Mistari, Penjaga Palang Pintu KA Saat Kecelakaan Maut
Mistari diketahui tidak ada di pos penjagaan ketika KA Probowangi menabrak Toyota Innova hingga 5 orang tewas, akhir pekan lalu.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | JEMBER - Polisi Jember terus menelusuri misteri keberadaan Pak Mistari, sang penjaga pintu perlintasan palang pintu KA dekat Roxy Mall, Jember.
Mistari diketahui tidak ada di pos penjagaan ketika KA Probowangi menabrak Toyota Innova hingga 5 orang tewas, akhir pekan lalu. Bahkan sampai sore hari, Mistari juga masih dalam pencarian polisi.
"Hari ini sejumlah saksi kami mintai keterangan, termasuk penjaga pintunya itu," ujar Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif kepada Surya, Senin (17/8/2015).
BERITA TERKAIT - Wanda Belum Tahu Ibunya Meninggal Dunia Tertabrak KA Probowangi

Saat ditanya lebih lanjut apakah memang benar, ketika kejadian itu, Mistari tidak ada di pos pintu perlintasan, Sabilul mengatakan hal itu masih didalami penyidik.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi dan hasil olah TKP.
"Kami juga perlu dalami tentang pos penjagaan itu, statusnya seperti apa dan bagaimana mekanismenya," imbuhnya.
Karenanya, Sabilul menambahkan jika pemeriksaan kasus kecelakaan itu belum final. Ia berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan itu kepada wartawan jika sudah selesai.
"Termasuk juga pasal yang akan dipakai, apakah KUHP, UU Lalu Lintas, atau tentang Kereta Api," pungkasnya.
Kecelakaan fatal terjadi di pintu perlintasan kereta api depan Roxy Mall Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (16/8/2015) pukul 18.37 wib.
Kecelakaan itu melibatkan KA Probowangi jurusan Surabaya - Banyuwangi dengan sebuah mobil Innova bernomor polisi B-1487-SKQ.
Mobil itu berisi tujuh orang. Lima orang tewas seketika, dan dua masih dirawat di RSD dr Soebandi Jember.
Kecelakaan terjadi saat mobil melintasi pintu perlintasan, bersamaan dengan melajunya KA dari arah barat atau dari arah Surabaya. Mobil tetap melintasi perlintasan sebidang itu karena pintu perlintasan tidak ditutup, meskipun sirine berbunyi nyaring.
Sejumlah orang di sekitar lokasi mengatakan jika warga sekitar sudah berteriak-teriak kalau ada kereta lewat. Tetapi teriakan itu diduga tidak didengar oleh penumpang mobil. Tabrakan tak terhindarkan. Mobil tertemper dan terseret sampai berjarak 350 meter dari pintu perlintasan.
Keseluruhan korban dalam mobil itu merupakan warga Kabupaten Jombang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1608tabrakan-ka-probowangi_20150816_122452.jpg)