Lapor Cak

Bila Teluk Lamong Berbasis Online, Kantin pun Dilayani secara Online

"Di sini tak boleh transaksi dengan uang. Semua melalui online. Tak ada uang tunai yang kami terima jadinya."

Bila Teluk Lamong Berbasis Online, Kantin pun Dilayani secara Online
surya/nuraini faiq
Terminal Teluk Lamong 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak diresmikan Mei kemarin, Terminal Teluk Lamong tak lagi melayani dengan transaksi fisik. Semua pembayaran dan pelayanan di pelabuhan khusus kapal niaga itu berbasis online. Baik kapal domestik maupun luar negeri semua dilayani denga online.

Bahkan, untuk hal sekecil apa pun termasuk di dalamnya urusan makan di kantin juga berbasis online. Seluruh karyawan atau tamu sekali pun, jika makan atau sekadar ngopi di kantin dalam Teluk Lamong juga menggunaka online.

"Di sini tak boleh transaksi dengan uang. Semua melalui online. Tak ada uang tunai yang kami terima jadinya. Tapi nanti aka ada tagihan. Tak perlu khawatir," ucap Ibu Sri, salah satu pemilik stan kantin di Teluk Lamong, Jumat (14/8/2015).

Kantin di dalam areal Terminal Teluk Lamong ini memang tak ada transaksi. Yang ada adalah menggesek kartu khusus dan selanjutnya membawa makanan yang dipesan. Kartu itu digesek di instalasi dan aplikasi yang ditempatkan di pojok kantin.

Di dalam Teluk Lamong itu ada setidaknya lima stan warung. Warung itu berjajar dan didesain semenarik mungkin dengak hiasan aneka menu makanan. Di depan dereta kantin, berjajar dan tertata rapi kurs-kursi untuk pengunjung. Deretan kursi ini berada di tengah kantin.

"Enak ya di sini. Sudah kondisinya bersih, layanan dilakuka dengan sistem online. Setiap makan rata-rata kami habis Rp 20.000. Tapi yang bayar nanti kantor melalui kuota uang makan di perusahaan kami," kata Astri, salah satu karyawan Teluk Lamong.

Karyawati ini pun tak lagi khawatir tagihan. Sebab semua jatah makan ditanggung kantor.

"Untuk urusan surat menyurat dan dokumen saja, semua peperless. Semua online dan aplikasi gadget," tambah Astri.

Bari kali ini memang transaksi di warung tanpa cash money. Lebih mudahnya seperti makan dengan kupon. Namun diaplikasikan dengan sistem online.

Ada ratusan karyawan yang setiap hari memanfaatkan layanan kantin online. Mereka tak perlu membawa uang atau lupa tak bawa dompet. Sebab, semua akan dibayar kantor sesuai kuota uang makan setiap karyawan. Setip hari berhak atas uang makan Rp 20.000.

Ada card khusus untuk layanan kantin online ini. Begitu card yang dimiliki setiap karyawan tersorot dengan sistem barcode, secara otomatis nama setiap karyawan akan muncul. Dalam seminggu, total habis makan direkap by sistem. Akan tertera dengan sendirinya dana yang yang harus dibayar kantor ke pemilik warung.

Bahkan tamu pun akan bisa menikmati layanan tersebut. Tentu saja harus diikutkan dengan karyawan. Sebab, mereka dilarang bertransaksi dengan penjual dan penjaga warung.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved