Berita Gresik
Akibat Kemarau, 9.000 Pelanggan PDAM Tak Teraliri Air
Direktur Utama PDAM Gresik Muhamad menyatakan PDAM dalam kondisi kritis sampai pada level merah. Artinya ada penurunan produksi sampai 10 persen.
Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
SURYA.co.id | GRESIK – Akibat kemarau pasokan air PDAM ke 9.000 pelanggan tersendat. Hal ini disebabkan produksi air PDAM Gresik menurun, bahkan sampai di ambang kritis.
Direktur Utama PDAM Gresik Muhamad menyatakan PDAM dalam kondisi kritis sampai pada level merah. Artinya ada penurunan produksi sampai 10 persen .
"Normalnya produksi air bersih 1.735 liter/detik, sekarang hanya 1.325 liter/detik," ungkapnya, Jumat (14/8/2015).
Dampak penurunan ini 9.000 dari total 81.000 pelanggan tidak mendapatkan air bersih selama kemarau.
Sebanyak 9.000 pelanggan tersebut berada di kawasan Kota yaitu Kecamatan Manyar, Duduksampean, Gresik, dan Kebomas.
“Wajar kalau warga banyak yang komplain. Solusinya, kita menyalakan air secara bergantian,” katanya.
Akibat penurunan produksi ini, penjualan air bersih ke industri di Gresik juga menurun.
“Jual ke indusatri baru 16 persen, lainnya untuk meyubsidi pelanggan yang di bawah rata-rata. Subsidi yang diberikan ke pelanggan setiap tahun mencapai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta,” imbuhnya.
Bahkan instalasi pipa untuk pelayanan air bersih ke masyarakat Gresik juga belum merata sehingga keuntungan setiap tahun hanya untuk digunakan pengembangan.
“Pipanisasi air PDAM di perkotaan belum 80 persen, pedesaan belum 60 persen, sekarang masih 23 persen pemasangan pipa di tingkat pedesaan dan total kabupaten Gresik baru 33 persen,” kata Muhamad.
PDAM Gresik kini berharap proyek Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah cepat selesai. Kapasitas produksinya mencapai 2000 liter/detik.
“Dari BGS itu kebutuhan air di Gresik bisa tercukupi,” pungkas Muhamad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pdam-gresik_20150814_204125.jpg)