Berita Kab Madiun

Didesak Mundur, Direktur RSUD Caruban Siap Diganti Kapan pun

Dalam aksinya di depan kantor Kejari Mejayan, massa berkali-kali meneriakkan agar Direktur RSUD Caruban mundur.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin

SURYA.co.id | MADIUN - Kendati berkali-kali didesak mundur, dalam aksi demo ratusan perawat RSUD Caruban, Kabupaten Madiun dr Djoko Santoso mengaku siap lengser.

Menurut Djoko dirinya menjabat Direktur bukan atas permintaan akan tetapi berdasarkan hasil mutasi yang digodok Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkab Madiun.

Dalam aksinya di depan kantor Kejari Mejayan, massa berkali-kali meneriakkan agar Direktur RSUD Caruban mundur. Begitu juga saat orasi di DPRD Kabupaten Madiun.

"Jolali Direkture Diganti, Manajemen Kudu Dibenahi, Saiki Aku Wes Ora Wedi, Amergo Sing Tak Lawan korupsi" (Jangan Lupa Direktur Diganti, Manajemen Harus Dibenahi, Sekarang Saya Tak Takut Lagi, Karena yang Dilawan Korupsi)," bunyi yel-yel dalam aksi tersebut.

Menanggapi desakan mundur itu, Direktur RSUD Caruban, dr Djoko Santoso menanggapinya dengan enteng. Pria berambut putih ini mengaku siap mundur setiap saat.

"Saya tidak minta untuk menjadi Direktur saat diberi amanah menjadi Direktur dulu. Saya tak punya beban apa pun kalau diminta mundur," terangnya, Rabu (12/08/2015).

Kendati demikian, jika yang meminta dirinya mundur itu adalah pejabat yang membuat SK menjadi direktur kapan pun dirinya akan siap.

"Asalkan, saya diminta mundur yang membuat dan memberikan SK, saya akan mundur kapan pun," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved