Minggu, 12 April 2026

Berita Lamongan

Direskrimum Polda Jatim, Respon Insiden Pembacokan Cabup Mujianto

”Jadi bapak nanti memberikan keterangan kepada polisi,”katanya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
surya/hanif manshuri
Kondisi Mujianto sang calon bupati Lamongan dari jalur independen yang dibantai dengan senjata tajam oleh orang yang tak dikenalnya, Selasa (11/8/2015). 

SURYA.co.id|LAMONGAN – Insiden pembacokan Cabup dari jalur independen, Mujianto yang berpasangan dengan Sueb (Jos) siang ini langsung mendapat perhatian serius dari Polda Jatim.

Bahkan, Direskrimum Polda Jatim, Kombespol Bambang Priyambodo langsung datang ke Lamongan dan menuju ruangan dimana korban Mujianto dirawat setelah menjalani serangkaian penanganan medis dan operasi di tangan kanannya.

Bambang tiba di RS Muhammadiyah dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Bambang Wijaya kamar Mujianto menjalani rawat inap. Sesaat setelah masuk, Bambang Priyambodo mendekati ranjang tempat tidur Mujianto, tepat berada di kanan Mujianto.

Bambang Priyambodo menanyakan, apakah sebelum kejadian pernah mendapatkan ancaman, teror atau SMS dan sejenisnya ? Mujianto yang baru saja siuman itu memastikan tidak ada. Dan tidak merasakan keganjilan kejadian apapun.

Direskrimum ini meminta, Mujianto nantinya memberikan keterangan kepada penyidik sejelas – jelasnya. Dan itu diminta hanya bisa dijelaskan kepada polisi.

”Jadi bapak nanti memberikan keterangan kepada polisi,”katanya.

Selain Disreskrimum, sejumlah orang berpakaian preman juga menjaga ketat di sekira RS Muhammadiyah ini.

Kalaupun mereka itu anggota reskrim, atau polisi, yang jelas bukan anggota reskrim Polres Lamongan.

Mereka juga aktif mencatat sejumlah keterangan yang diungkapkan korban kepada Bambang Priyambodo, Direskrimum Polda Jatin dan Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Bambang Wijaya.

Tak lebih dari sepuluh menit Bambang Priyambodo bertemu korban.

Bambang Priyambodo keluar meninggalkan RS dan dengan didampingi Kasat Reskrim Res Lamongan, menuji lokasi kejadian rumah korban, yang juga mnejadi tempat usaha yakni konter HP Dimas Putra, penjualan gas elpiji dan juga isi ulang.

Ditanya Surya, upaya polisi memburu pelaku dan apakah insiden criminal ini berbau politis,

Direskrimum menjawab singkat, masih harus melihat lokasi kejadian dulu.

Ada kemungkinan politis karena menurut keterang korban tidak ada barang yang diambil.

“Melihat tempat kejadian dulu,”jawabnya singkat sembari berjalan meninggalkan RS Muhammadiyah.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved