Kasus Bayi Dibuang

Ibu Pembuang Bayi di Spion Mobil Mulai Diadili di Surabaya

Kanah, ibu yang tega membuang bayinya sendiri di Jl Manyar Tirtoasri XI Surabaya mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin.

Ibu Pembuang Bayi di Spion Mobil Mulai Diadili di Surabaya
m taufik
Kanah, ibu yang tega membuang bayinya di spion mobil, saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (10/8/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kanah, ibu yang tega membuang bayinya sendiri di Jl Manyar Tirtoasri XI Surabaya mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (10/8/2015).

Perempuan 36 tahun asal Kediri ini tega melakban mulut bayi yang baru dilahirkan, memasukkan ke dalam tas kresek, kemudian membuangnya dengan cara mengaitkan kresek berisi bayinya di spion mobil yang terpakir.

Duduk menjadi terdakwa, Kanah terus menunduk menyembunyikan wajahnya. Rambut lurusnya lebih banyak menutupi wajah selama mendengarkan jaksa Kusbiantoro membacakan surat dakwaan atas dirinya. Sesekali, matanya tajam menatap jaksa dari Kejari Surabaya yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum (JPU) atas perkaranya.

Disampaikan jaksa, terdakwa Kanah telah tega membuang bayi perempuan yang baru dilahirkannya, 16 April 2015 lalu. “Bayi itu masih hidup, tapi mulutnya dilakban, lalu dimasukkan ke dalam tas kresek warna hitam. Kemudian, dibuang oleh terdakwa dengan cara dikaitkan di sebuah spion mobil yang berada di Jl Manyar Tirtoasri Surabaya,” ujar Kusbiantoro.

Tas kresek berisi bayi perempuan itu dikaitkan di spion mobil Civic warna silver milik Mayasari yang sedang terparkir di depan rumah, Kamis malam. Dari baru keesokan harinya, bayi itu ditemukan oleh Nova, sopir Mayasari sekitar pukul 06.30 WIB. “Saat itu, bayi masih hidup,” lanjutnya.

Setelah mendengar dakwaan jaksa, sidang yang dipimpin hakim Lindi dilanjutkan dengan menghadirkan para saksi. Orang pertama yang memberikan kesaksian adalah Suratno, security di perumahan tempat terdakwa membuang bayinya itu.

Suratno sempat berpapasan dengan terdakwa pada Kamis malam, sekitar habis Magrib. Saat ketemu pertama, Kanah terlihat menenteng sebuah tas kresek warna hitam. Tapi beberapa saat kemudian, perempuan itu berjalan kembali tanpa membawa tas tersebut.

“Tas yang dibawa itu terlihat berat. Tapi saya juga tidak curiga sama sekali. Baru setelah keesokan harinya ada kabar penemuan bayi tersebut, saya baru ingat bahwa ada perempuan datang membawa tas dan keluar tak membawa tas,” ujarnya.

Pagi itu, Suratno bersama rekan-rekan sesama satpam dan sejumlah warga sempat melihat sendiri kondisi bayi di dalam tas kresek yang dicantolkan di spion mobil tersebut. “Mulutnya dilakban, tapi matanya melek dan tangannya masih bergerak-gerak. Dan ketika lakbannya dibuka, bayi itu langsung menangis,” imbuhnya.

Berdasar keterangan sejumlah saksi, termasuk Suratno, polisi mencari ibu sang bayi. Sampai akhirnya, diketahui siapa ibu pembuang bayi ini setelah polisi mendapat rekaman CCTV dari kamera yang dipasang di depan rumah nomor 5. Dari situlah akhirnya Kanah diringkus polisi.

Kanah sejatinya sudah memiliki suami, tapi dia punya hubungan gelap dengan pria lain sampai akhirnya hamil. Kanah melahirkan sendiri di kamar kosnya di Jalan Manyar Tirtoasri XI/9 tanpa bantuan medis. Beberapa saat kemudian, dia membuang bayinya di mobil Civic tak jauh dari tempat tinggalnya.

Dia menutupi mulut bayinya dengan lakban agar tak terdengar orang lain saat membawanya keluar. Ketika diperiksa penyidik kepolisian, Kanah mengaku sengaja menggantung plastik berisi bayinya, karena jika dibuang di tanah khawatir anaknya dikerubuti semut.

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved