Peringatan HUT Ke 70 Kab Madiun
Bupati Minta Pembangunan Toilet Alun-Alun Mejayan Dikebut
Muhtarom menginstruksikan bila perlu proyek pembangunan Alun-alun Mejayan khususnya lapangan upacara dikerjakan dengan sistem lembur (over time).
Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MADIUN - Bupati Madiun Muhtarom meminta para pekerja mempecepat pembangunan toilet Alun-alun Mejayan. Pasalnya Alun-alun tersebut segera dipakai upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 .
"Kami harap pengerjaan bisa sesuai harapan. Yakni bisa dipakai untuk kegiatan upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70, terutama bangunan prioritaskan yang dibutuhkan dan fasilitas umum seperti toilet ini," terang Muhtarom, saat sidak pembangunan proyek Alun-Alun Mejayan, Senin (10/08/2015).
Muhtarom menginstruksikan bila perlu proyek pembangunan Alun-alun Mejayan khususnya lapangan upacara dikerjakan dengan sistem lembur (over time). Akan tetapi, jika dibutuhkan pekerja harus ditambah sesegera mungkin.
"Memang belum ada masalah, tapi kami minta pekerja lembur. Jika perlu ditambah seperti saat mengerjakan perlintasan Paskibraka . Kami tak mau saat upacara nanti ada banyak orang, tapi mereka kebingungan mencari toilet," imbuhnya.
Ini meruapakan yang kedua kalinya Alun-alun Mejayan digunakan Upacara HUT Kemerdekaan RI. Setahun lalu upacara serupa juga lakasanakan di alun-alun Mejayan.
"Kalau yang pertama dulu sukses, kami minta sekarang harus lebih sukses. Karena masyarakat ingin tahu alun-alun yang baru dibangun ini. Apalagi, saat ini sudah ada pendukung untuk meriahkan HUT Kemerdekaan RI mulai atraksi terjun payung, dentuman meriam dan berbagai atraksi kolosal lainnya," paparnya.
Terkait anggaran upacara HUT Kemerdekaan RI yang mencapai Rp Rp 820 juta sejak persiapan hingga pelaksaan itu, Muhtarom tak mempermasalahkannya. Alasannya sebagai kegiatan itu membutuhkan anggaran cukup sebanyak juga dianggap sebagai nilai yang wajar. Bahkan tak sebanding dengan Kota Madiun yang mencapai Rp 1,2 miliar lebih.
"Untuk kegiatan itu memang kebutuhannya sebanyak itu. Kan dulu sharing dengan Kota Madiun kalau sekarang mandiri," pungkasnya.