Jumat, 24 April 2026

Berita Malang Raya

CJH Tertua Kabupaten Malang, Rajin Menabung Hasil Panen Tebu

"Hasil dari panen tebu saya tabung agar bisa berhaji," ungkap Martining kepada SURYA.CO.ID ketika ditemui di rumahnya, Minggu (9/8/2015).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
surya/Sylvianita Widyawati
Martining binti Montaji, CJH Tertua Kabupaten Malang 

SURYA.co.id|MALANG - Sudah sejak lama Martining binti Montaji (95), warga Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ingin pergi haji.

Apalagi banyak keluarganya sudah menunaikan ibadah haji. Meski sudah tua, namun semangat berangkat berhaji masih tinggi.

Karena itu ia rajin menabung untuk pergi berhaji.

"Hasil dari panen tebu saya tabung agar bisa berhaji," ungkap Martining kepada SURYA.CO.ID ketika ditemui di rumahnya, Minggu (9/8/2015).

Menurut wanita kelahiran 2 Desember 1920, ia menabung tiap kali panen tebu untuk memudahkan ingatannya saja.

"Panen tebunya setahun sekali. Saya nabung mungkin sudah tujuh tahun," ungkap ibu dua anak, lima cucu dan enam buyut ini. Biasanya dari hasil panenan itu disisihkan.

Ia kemudian mengajak cucunya untuk diantarkan menabung ke bank dimana ia menjadi nasabah tabungan haji.

Ternyata ia mendapat kuota berangkat tahun ini meski masih belum mengetahui kepastian jadwal berangkatnya. Tapi di rumahnya, ia sudah mendapat koper dan tas haji.

Sedang anaknya sudah menyiapkan baju dan keperluan selama menjalani ibadah hajinya kelak. Semua masih dikemas plastik tanda baru beli.

Meski sudah berusia lanjut, Martining masih terlihat sehat. Ia juga masih rutin ke kebun tebunya.

"Kalau pagi masih jalan-jalan, terus ke tegalan. Saya juga masih macul-macul," ungkap wanita yang buta huruf ini.

Ia mengibaratkan, kegiatan paginya itu untuk latihan di tanah suci. Untuk pergi haji nanti, ia berangkat dengan cucu keponakannya yang rumahnya tak jauh darinya.

Di desanya memang ada beberapa warga yang mau berangkat haji. Namun yang dekat/masih ada hubungan adalah Bu Atus.
Ia diharapkan yang bisa membantunya saat di tanah suci karena ia buta huruf.

Karena nanti disana saat musim haji sedang suhu tinggi, diperkirakan diatas 40 derajat celcius, maka oleh anaknya dibawakan baju bahan katun yang mudah menyerap panas.
Persiapan lain yang mungkin dibawa adalah membawa obat sakit maag dan beras. Beras 5 Kg bakal dibawa karena ia mendapat info beras di Arab Saudi beda.

"Buat jaga-jaga saja karena khawatir Emak nggak biasa," ujar Lamina (65), anak kedua Martining. Sementara untuk kegiatan manasik di tingkat kecamatan belum diketahui jadwalnya untuk diikuti. "Saya masih ikut satu kali di Kepanjen dulu," pungkas ibu dari Lasuki (70) dan Lamina (65) ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved