Waduh, Belajar Merampok dari Yuotube
Seorang karyawan minimarket melawan karena pistol tersangka mencurigakan hingga berkelahi berkali-kali dengan tersangka.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | MADIUN - Tersangka perampokan Indomaret di Jl Raya Madiun - Ponorogo, Kabupaten Madiun, Cornelius Prasetya Rona Kristian (31), mengaku merampok menggunakan pistol mainan anaknya dan belajar dari Youtube.
Kendati merampok hanya menggunakan pistol mainan anaknya yang ditutup menggunakan kain lap, akan tetapi aksi tersangka berhasil menggondol uang tunai Rp 31,62 juta dari kasir minimarket, Selasa (4/8/2015) dini hari.
"Karena yang bisa digunakan hanya pistol mainan anak saya itu, makanya saya merampok pakai pistol mainan itu. Kalau alat lainnya untuk merampok saya tak punya. Kalau caranya saya belajar dari melihat banyak kasus perampokan di Youtube. Pistolnya ditutup kain," terang Cornelius Prasetya Rona Kristian kepada Surya, Kamis (6/8/2015).
Selain itu, pria yang bekerja sebagai Manager Pemasaran salah satu perusahaan seluler ini mengaku baru sekali melaksanakan aksi perampokan karena terbelit hutang sebesar Rp 25 juta. Hutang pria yang tinggal di rumah kos di Kecamatan Taman, Kota Madiun itu lantaran gaya hidupnya terlalu boros.
"Contohnya saya meski berkeluarga tak pernah makan masakan di rumah, tetapi beli diluar bersama keluarga. Karena tak punya uang, saya lihat pistol mainan anak saya terbesit berbuat seperti itu. Sekarang saya menyesal karena hidup saya besar pasak daripada tiang," imbuh pria kelahiran Bandung, Jawa Barat Tahun 1984 itu.
Selain mengamankan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, diantaranya uang tunai pecahan Rp 5.000 sampai Rp 100.000 total Rp 31,62 juta, 1 motor Yamaha Mio bernopol AE 6170 BU, sebuah pistol mainan, 2 buah kain lap, 1 masker, 1 helem dan tas kresek yang digunakan membawa uang tunai hasil rampokan.
"Tersangka bakal kami jerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curat) lantaran dari 3 pegawai Indomaret itu 1 dipaksa tersangka masuk kamar mandi, 1 dipaksa mengambilkan uang tunai dan seorang lainnya yang masih bebas melawan hingga terjadi dua kali perkelahian di gudang dan di depan minimarket," papar Kapolsek Geger AKP Basuki Nugroho didampingi Kasubag Humas Polres Madiun, AKP Suprapto.
"Perampokan itu sudah direncanakan tersangka sejak dari rumah. Tapi apes seorang karyawan minimarket melawan karena pistol tersangka mencurigakan hingga berkelahi berkali-kali dengan tersangka. Saat melarikan diri membawa uang rampokan tersangka diteriaki rampok dan ditangkap warga di pinggiran Jl Raya Madiun - Ponorogo itu," ungkapnya.
Kini tersangka dan barang bukti lainnya diamankan di Polsek Geger untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan kasus perampokan itu.
"Sudah kami kembangkan, hasilnya tersangka pelaku tunggal tak masuk dalam sindikat jaringan perampok lainnya. Dia merampok karena terbelit hutang besar itu," pungkas Kapolsek Geger yang pekan depan dipindah ke Polres Madiun Kota itu.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA