Rumah Pensiunan PNS Kejati di Madiun Dikuras Penjaga Rumah
"Tersangka ini dipercaya menjaga rumah korban. Karena korban selama ini tinggal di Perum Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Rumah kosong itu dij
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
SURYA.co.id| MADIUN - Rumah milik purnawirawan PNS Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Semarang, IS (64) di JL Mojopahit, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dikuras penjaga rumah, Eko P (36) yang selama ini dipercaya korban untuk menjaga rumahnya yang kosong.
Kini, tersangka warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun itu bersama sisa hasil pencurian yang belum terjual dijadikan barang bukti diamankan di Polres Madiun Kota.
"Tersangka ini dipercaya menjaga rumah korban. Karena korban selama ini tinggal di Perum Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Rumah kosong itu dijaga tersangka dan barang-barangnya dicuri bertahap," terang Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani kepada Surya, Selasa (04/08/2015).
Barang bukti yang belum dijual karena digadaikan, diantaranya 1 unit VCD, 1 unit alat poles, 1 unit mikropon, 1 buah speaker, gergaji elektrik, bor elektrik, 2 unit big speaker, dan 1 mesin foto kopi. Sedangkan yang dijual diantaranya simbal drum, dinamo dan mesin penghalus kayu.
"Kalau yang dijual di Pasar Bekas JL Barito sudah tak bisa ditemukan. Yang kami jadikan BB ini yang masih digadaikan. Kerugian korban mencapai Rp 5 juta," imbuhnya.
Kini, tersangka bakal dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
Sedangkan tersangka selama ini, sudah dipercaya dan dikenal korban. Namun kepercayaan itu tak dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tersangka malah digunakan mengambil barang-barang berharga korban.
"Selama ini, tersangka dan korban memang saling kenal. Tetapi, sekarang tersangka dilaporkan polisi karena mencederai kepercayaan korban," ungkapnya.
Sementara tersangka Eko P mengaku baru sekali mencuri. Dia mengaku menyesal karena harus ditahan. Sementara 3 anak dan seorang istrinya menantinya di rumah.
"Saya menyesal sekali. Saya tak tahu kalau akhirnya seperti ini. Saya jual barang-barang itu dan digadaikan karena terdesak kebutuhan ekonomi," kilahnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-maling-hp.jpg)