Berita Madiun

Suspect Difteri, Bocah SD Terpaksa Jalani Rawat Inap

Bocah 11 tahu dan masih duduk di bangku kelas IV SD itu, diduga terserang difteri. Hal ini setelah pasien keluhan sakit di tenggorokan.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
Surya/sudarmawan
HA saat ditunggu keluarganya di RSUD, Senin (3/7/2015). 

SURYA.co.id | MADIUN - HA anak pasangan suami istri Surat Yusuf dan Suwarti warga Dusun Kenep, Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun terpaksa menjalani rawat intensif care unit (ICU) RSUD Caruban.

Bocah 11 tahu dan masih duduk di bangku kelas IV SD itu, diduga terserang difteri. Hal ini setelah pasien keluhan sakit di tenggorokan sejak masuk ke RSUD milik Pemkab Madiun.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim medis dan para dokter, pasien yang masih SD ini supect (diduga) menderita sakit difteri yang ditandai dengan rasa sakit di tenggorokannya," terang Humas RSUC Caruban, Yoyok Andi Setyawan, Senin (03/08/2015).

Yoyok mengungkapkan bocah tersebut merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Sumbersari, Saradan. Namun, karena ada tanda suspect difteri itu, kemudian pasien ini dirujuk ke RSUD Caruban.

"Memang awalnya keluhannya hanya pusing serta demam tinggi. Makanya, sekarang pasien ini langsung dilaksanakan cek darah setiap hari untuk memastikan kondisi kesehatan pasien itu," imbuhnya.

"Kami masih menunggu hasil cek darah pasien ini untuk kepastiannya. Yang jelas pasien terus diawasi dan dipantau perkembangan kesehatannya," imbuh Yoyok.

Ny Suwarti ibu kandung pasien mengaku HA hanya mengira anaknya tersebut demam biasanya layaknya demam dan flu pada umumnya. Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca kemarau panjang.

"Tapi, karena mengeluhkan sakit ditenggorokan kami bawa Puskesmas dekat rumah, tapi kemudian mala dirujuk ke RSUD. Kami berharap kesehatan anak kami cepat membaik agar bisa masuk sekolah," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved