Berita Jember

Polres Jember Tahan Kiai Cabul

"Penyidik memiliki dua alat bukti sehingga kami menetapkan dia sebagai tersangka, dan setelah melakukan pemeriksaan secara intensif dan memakai sejuml

Polres Jember Tahan Kiai Cabul
huffington post
ILUSTRASI 

SURYA.co.id| JEMBER - Penyidik Polres Jember menahan seorang kiai pengasuh sebuah pondok pesantren di Desa Sumberbulus Kecamatan Ledokombo, Senin (3/8/2015).
Penyidik menahan kiai berinisial ADR (45) itu karena ia menjadi tersangka perkosaan dan pencabulan terhadap beberapa orang santriwati di Ponpes tersebut.

Kasatreskrim Polres Jember AKP Agus Supriyadi mengatakan penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa ADR secara intensif.

"Penyidik memiliki dua alat bukti sehingga kami menetapkan dia sebagai tersangka, dan setelah melakukan pemeriksaan secara intensif dan memakai sejumlah pertimbangan, tersangka kami tahan," ujar Agus, Senin (3/8/2015).

Pertimbangan yang dipakai penyidik untuk menahan ADR antara lain ADR dikhawatirkan mengulangi perbuatan mereka, mempengaruhi keterangan para korban, dan juga dikhawatirkan melarikan diri.

Sebelum memeriksa ADR dan menahannya, polisi meminta keterangan dari para korban dan sejumlah saksi. Korban pelapor ada tiga orang.

Mereka mengaku menjadi korban perkosaan dan pencabulan ADR.

Selain itu, polisi juga memeriksa saksi lain yang juga santriwati pondok tersebut.

Sebelumnya, santriwati pondok itu melapor ke polisi akibat perbuatan perkosaan dan pencabulan yang dilakukan sang kiai.

ADR juga mengancam dan mengutuk para santri bahwa kehidupan mereka akan dalam bencana jika tidak mau menuruti kemauan ADR.

AKhirnya karena takut, para santri menuruti perbuatan bejat ADR.

Perbuatan bejat ADR itu kemudian didengar olah salah satu keluarga korban, sehingga memberi pengertian kepada santri itu untuk melaporkannya ke Mapolres Jember.

Agus menambahkan, meskipun telah menahan ADR, penyidik masih terus menelusuri dugaan santri yang menjadi korban kekerasan seksual oleh ADR.

Sebab menurut keterangan dari tiga saksi pelapor, kemungkinan masih ada santri lain yang menjadi korban namun enggan dan malu untuk melapor dan mengakui.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved