Rabu, 15 April 2026

Muktamar NU

Kiai Miftah Menangis Semalaman, Semua Kiai Sepuh Juga Sedih

"Semalaman saya sampai tidak bisa tidur, setelah melihat apa yang terjadi di forum sidang pleno tata tertib kemarin," tegasnya, kepada Surya.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
mujib
Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar (baju putih, tengah) dalam sidang pleno I membahas Tatib Muktamar, Minggu (2/8/2015) malam, sebelum deadlock. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Ekspresi kesedihan juga ditunjukkan Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jatim, KH Miftahul Akhyar.

Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya ini mengaku tak kuasa menahan tangis dan kesedihan saat melihat muktamar NU yang mulia dijadikan arena menunjukkan sikap yang jauh dari akhlakul karimah dan tradisi NU.

"Semalaman saya sampai tidak bisa tidur, setelah melihat apa yang terjadi di forum sidang pleno tata tertib kemarin," tegasnya, kepada Surya, Senin (3/8/2015). Ia menghela napas panjang.

Menurut Kiai Miftah, selain dirinya, hampir semua kiai sepuh Nahdlatul Ulama merasa sangat sedih dan prihatin melihat apa yang ditunjukkan para muktamirin saat pembahasan tatib.

Mulai KH Musthofa Bisri (Gus Mus) Rais Aam saat ini, pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang KH Maimun Zubair (Mbah Mun), pengasuh Ponpes Al Fadhlu wal Fadhilah Kaliwungu Kendal KH Ahmad Dimyati Rois (Mbah Dim), hingga pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan KH Nawawi Abdul Jalil.

"Hampir semua kiai sepuh sedih, prihatin, dan menangis," imbuhnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved