Berita Malang Raya
Kebakaran Gunung Kawi Meluas hingga 5 Hektare
"Total lahan yang terbakar 5 hektare dan memakan alang-alang," jelas Dadan Hamdani, Koordinator Keamanan Perum Perhutani Malang, Senin (3/8/2015).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MALANG - Kebakaran hutan terjadi lagi di petak 193 milik Perhutani di kawasan Gunung Kawi. Kebakaran terdeteksi sejak Minggu siang (2/8/2015) pukul 11.00 WIB akhirnya bisa dipadamkan secara manual.
Lokasi petak itu di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
"Total lahan yang terbakar 5 hektare dan memakan alang-alang," jelas Dadan Hamdani, Koordinator Keamanan Perum Perhutani Malang, Senin (3/8/2015).
Menurut Dadan, lokasi kebakaran baru itu di utara lokasi kejadian sebelumnya.
Pada 11-13 Juli 2015, terjadi kebakaran di petak yang sama. Sehingga luas lahan yang terbakar sekitar 20 hektare. Total dengan kejadian Minggu (2/8/2015), maka sudah 25 hektare lahan yang terbakar.
"Dua kejadian selalu pada akhir pekan. Saya hanya menduga ya kemungkinan oleh warga yang melakukan pendakian," kata Dadan.
Sebab lokasi kebakaran ke arah naik Cemorokandang-Watutulis. Kesulitan memantau para pendaki juga diakuinya karena keterbatasan personel. "Kami tidak bisa menjaga 24 jam," jawabnya.
Karena itu dipasang papan himbauan yang sudah ditambah enam buah. Plang itu dipasang di rute-rute yang diperkirakan dilewati warga.
"Kami hanya bisa menghimbau agar mereka tidak membakar hutan atau menyalakan api," katanya.
Apalagi jika sudah terjadi kebakaran, untuk pemadaman masih sangat manual. Ia mencontohkan untuk pemadaman di lokasi yang terbakar Minggu, untuk naik kesana butuh waktu lima jam. Sehingga untuk alat modern sulit dilakukan.
Dijelaskan Dadan, petak 193 memiliki luas 1065 hektare. Areal yang sudah terbakar 25 hektare. Dari lahan seluas 1065 hektare itu, sebanyak 25 persen adalah alang-alang. Sisanya masih ada pohon cemara.