Rabu, 15 April 2026

Berita Bojonegoro

Inilah Pemicu Kerusuhan Massal di Kawasan Exxonmobil Bojonegoro

Beberapa hari ini, para pekerja di sana resah karena ada kebijakan pengetatan waktu kerja. Masalah tersebut adalah adanya pengetatan jam kerja.

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yuli
surya/Iksan Fauzi
sisa-sia fasilitas yang dibakar ribuan karyawan minyak di Bojonegoro 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Kerusuhan yang terjadi di Enggeneering procurment Contructrion (EPC-1) lokasi pengeboran minyak yang dikelola oleh Exxonmobil Cepu Limited di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Sabtu (1/8) siang, selain dipicu antrean di pintu keluar juga dipicu masalah lain.

Beberapa hari ini, para pekerja di sana resah karena ada kebijakan pengetatan waktu kerja. Masalah tersebut adalah adanya pengetatan jam kerja yang diterapkan pihak Operator Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) dan kontraktor PT Tripatra.

Seorang pekerja di lokasi yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, tidak lama ini kedua pihak itu mengetatkan aturan. Di antaranya, pertama, pintu masuk-keluar yang sebelumnya empat pintu menjadi satu pintu, kondisi itu menyebabkan antrean panjang saat masuk, istirahat, dan pulang.

Kedua, pekerja masuk pukul 06.00, namun, ketika terlambat lima menit, mereka tidak boleh masuk.

“Pekerja yang rumahnya jauh dari proyek berarti berangkat antara pukul empat sampai lima, itu pun masuk pos security harus antre. Dan masih banyak lagi aturan yang intinya pekerja proyek seperti pekerja rodi,” sebut karyawan yang takut mendapat ancaman dari perusahaannya jika namanya dikorankan.

Tags
ExxonMobil
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved