AS Bebaskan BM Produk Perikanan
Udang Vanamei Beku Dominasi Ekspor Jatim ke AS
“Penghapusan BM mestinya berpotensi menumbuhkan. Tapi kami tidak bisa memprediksi seberapa signifikan,” kata Anwar Sidata.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan, ekspor ikan dan udang Jatim ke AS semester I/2015 mencapai 36,2 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 16,96 persen dibading periode yang sama tahun lalu.
“Penghapusan BM mestinya berpotensi menumbuhkan. Tapi kami tidak bisa memprediksi seberapa signifikan,” kata Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Jatim, Anwar Sidata, Jumat (31/7/2015).
Dari total ekspor semester pertama itu, udang vanamei beku menjadi komoditas yang paling banyak dikirim. Jumlahnya mencapai 23,2 juta juga dolar AS. Produk kedua yang nilai ekspornya juga tinggi ialah udang windu beku dengan nilai ekspor 3,2 juta dolar AS.
Selain produk perikanan beku, Jatim juga mengekspor hasil olahan ikan ke AS. Udang kecil dan udang biasa olahan tidak dalam kemasan menyumbang 8,3 juta dolar AS. Sementara nilai ekspor ikan tuna utuh atau dalam potongan 578 ribu dolar AS.
Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Jatim Johan Suryadharma menyebut, produk yang terakhir disebut sebagai komoditas yang bisa digembleng penjualannya dari Jatim setelah BM dihapus.
Alhasil, Johan mengaggap penghapusan BM AS akan terasa jika ekspor ke negara-negara lain juga tumbuh, atau minimal stagnan. Sebab, jika eskpor perikanan ke negara lain turun, dikhawatirkan pertumbuhan ke AS tak bisa menompang penurunan dari negara-negara lain.
“Bisa-bisa malah berkurang kalau negara lain tidak dijaga,” ujar Johan.
Seperti diketahui, mulai 29 Juni 2015 hingga 31 Desember 2015 AS membebaskan BM produk perikanan dari Indonesia dalam bentuk Generalized System of Preference (GSP).
Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengklaim fasilitas itu didapat tanpa harus mengirimkan delegasi ke negeri Paman Sam. Jumlah produk yang mendapat GSP sekitar 1,74 persen dari total ekspor yang tahun lalu senilai 1,84 miliar dolar AS.