Kamis, 23 April 2026

Berita Madiun

Isu Perpindahan Kajari Mejayan Makin Santer

"Kabarnya memang demikian (Kepala Kejari Dipindah). Tapi, kami sendiri tak tahu dipindah dan bakal digantikan siapa," terang salah seorang penyidik.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
SURYA.co.id/Sudarmawan
Kepala Kejari Mejayan, Andi Sundari. 

SURYA.co.id | MADIUN - Isu perpindahan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mejayan, Andi Sundari semakin santer di kalangan internal kantor Kejari Mejayan sejak adanya penetapan dua tersangka kasus dugaan korupsi sisa dana program Peningkatan Industri Kerajinan (PIK) senilai Rp 105,1 juta.

Dana tersebut dikelola Bagian Perekonomian Pemkab Madiun pada 2012.

Diduga, isu perpindahan Andi terkait penetapan tersangka PIK yakni mantan Staf Ahli Bupati Madiun Bidang Ekonomi dan Keuangan, Komari dan Budi Tjahyono  mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemkab Madiun.

"Kabarnya memang demikian (Kepala Kejari Dipindah). Tapi, kami sendiri tak tahu dipindah dan bakal digantikan siapa," terang salah seorang penyidik Kejari Mejayan yang enggan disebutkan namanya, Jumat (31/07/2015).

Kepala Kejari Mejayan, Andi Sundari yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku  belum mengetahui kepastian pemindahannya itu. Namun demikian, kata Andi, sebagai pegawai Kejaksaan dirinya siap dipindahtugaskan di mana saja dan kapan saja.

"Saya kan hanya sebagai pion (pasukan), jadi dipindahkan siap saja. Apalagi, selama ini saya sudah cukup lama menjadi Kepala Kejari Mejayan yakni sudah 1,5 tahun lebih," ucapnya.

Andi mengungkapkan dirinya tak bisa memastikan kebenaran kepindahannya itu lantaran dirinya hingga saat ini belum menerima surat resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) atas kepindahannya itu.

"Saya akan sampaikan ke teman-teman media, kalau saya sudah pasti dipindah dengan memegang surat resminya. Sekarang surat resmi belum kami pegang. Tapi, biasanya kalau teman-teman wartawan sudah mendengar itu, informasinya mengarah pada kebenaran," katanya.

Sedangkan saat ditanya mengenai belum masuk kerja beberapa hari paska Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah, Andi mengaku masih sibuk dengan berbagai kegiatannya yang ada di luar Madiun.

"Memang masih lebih banyak diluar kota. Sekarang saya juga masih diluar Kota. Tapi, doakan saja kalau memang benar perpindahan itu karena saya juga sudah terlalu lama di Mejayan dengan kapasitas Kejari Kelas B seperti saya menjadi Kepala Kejari Penajam Paser Utara sebelum menjadi Kepala Kejari Mejayan awal Tahun 2014 kemarin," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved