Cegah Tulang Keropos Dengan 5 Gaya Hidup Sederhana Ini
Susu dan yogurt sebaiknya dikonsumsi sesering mungkin. Produk susu itu akan mencukupi kebutuhan kalsium rata-rata 600 mg
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Selain faktor lain, menurunnya hormon estrogen sesudah menopause menyebabkan tulang kehilangan kekuatan dan strukturnya.
Itulah mengapa banyak wanita mengalami osteoporosis dibanding pria, terutama yang sudah berusia 50 tahun ke atas.
Jika tidak ingin menderita osteoporosis, beberapa hal mudah berikut bisa dijalani. Semua bisa diterapkan sebagai bagian gaya hidup Anda.
Makanan kaya vitamin K
Orang yang memperoleh cukup asupan vitamin K dari brokoli, bayam, kale, kubis, asparagus, dan teh hijau cenderung mempunyai tulang kuat dibanding mereka yang hanya mengonsumsi sedikit. Vitamin K membantu produksi kalsium untuk membentuk tulang serta mencegah terjadinya darah beku.
Vitamin D
Anda harus cukup terpapar matahari, mengonsumsi makanan atau pil vitamin D untuk memenuhi kebutuhan vitamin penguat tulang ini. Sinar ultraviolet juga membantu penyerapan kalsium.
Setiap hari, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi asupan vitamin D sebanyak 600 hingga 800 IU. Makanan dan sinar matahari saja tidak cukup. Maka, dianjurkan untuk menambahnya dengan minum vitamin D, asal tidak lebih dari 1.000 IU tanpa konsultasi dengan dokter.
Kalsium
Susu dan yogurt sebaiknya dikonsumsi sesering mungkin. Produk susu itu akan mencukupi kebutuhan kalsium rata-rata 600 mg dari jumlah yang direkomendasikan, 1.200 mg, setiap hari bagi wanita di atas usia 50 tahun.
Peroleh kalsium 900 mg dari sumber makanan berupa sereal atau jus jeruk yang sudah difortifikasi. Sisanya, 300 mg, bisa didapat dari sayuran hijau.
Pil kalsium bisa dikonsumsi jika pola makan Anda tidak sehat. Namun, 500 mg adalah dosis maksimal yang bisa ditolerir. Lebih dari angka itu, kalsium tidak akan efektif diserap tubuh.0
Bergerak
Kunci pertumbuhan dan keseimbangan tulang adalah pergerakan tubuh. Latihan kaki seperti berjalan dengan cepat akan menstimulasi sel tulang. Olahraga yang membentuk otot akan berimbas pada kurang kuatnya tulang tubuh bagian atas. Berbeda dengan lompat tali yang justru akan bermanfaat bagi pertumbuhan tulang.
Kurangi Berat Badan
Kelebihan berat badan, terutama di area perut, bisa memicu pengurangan kekuatan tulang. Pembengkakan dari kegemukan yang berlebihan akan melemahkan kondisi tulang. (prevention)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/3007susu_20150730_080254.jpg)