Pendidikan di Surabaya

Usai Orientasi, Siswa Sekolah di Surabaya Ini Pindah ke Lokasi Baru

Sekitar bulan Januari tahun depan, semua siswa kelas VIII dan IX serta guru-gurunya dipindah ke lokasi baru.

Usai Orientasi, Siswa Sekolah di Surabaya Ini Pindah ke Lokasi Baru
sany
MASIH DIBANGUN - Gedung baru SMPN 46 di Jl Mayjen Sungkono Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah menjalani LOS (layanan orientasi siswa) selama tiga hari yang berlangsung sejak 27 Juli hingga hari ini 29 Juli, siswa baru di SMPN 46 mendapat hadiah, yakni dengan menempati sekolah baru.

Hal ini dikarenakan relokasi gedung untuk SMPN 46 yang selama ini berada satu lokasi dengan SDN Pakis VIII.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Surabaya, Eko Prasetyoningsih mengatakan sekolah yang letaknya di Jl Bintang Diponggo ini direlokasi oleh pemerintah kota (pemkot) karena untuk memperbesar serta pengembangan sekolah ini.

“Tapi pembangunannya belum tutas, masih bertahap penyelesaiannya. Sementara tahun ajaran baru ditempati kelas tujuh dulu,” paparnya, Rabu (29/7/2015).

Selain itu, dia menjelaskan, diperkirakan pembangunan SMPN 46 di lokasi baru ini akan tuntas akhir tahun 2015. Sekitar bulan Januari tahun depan, semua siswa kelas VIII dan IX serta guru-gurunya dipindah ke lokasi baru. "Pemilihan lahan untuk relokasi sekolah memang dipilih yang masih berdekatan, jadi tidak masalah," ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Surya, Kepala SMPN 46, Dini Hastanti, mengatakan bahwa benar sekolahnya direlokasi.

“Di lokasi baru saat ini baru tersedia tujuh ruang kelas untuk siswa kelas VII yang akan menempatinya. Sisa ruangannya nanti buat ruang guru,” ungkap Dini. Ia menambahkan sebanyak tujuh kelas yang pindah, masing-masing kelas terdiri dari 38 siswa.

Pada tahap relokasi ini, pihaknya mengapresiasi langkah Dindik Surabaya yang merelokasi SMPN 46. Hal ini dikarenakan selain untuk menghindari rebutan kelas dengan siswa dari SDN Pakis VIII yang menempati satu lokasi dengan SMPN 46, juga agar kegiatan masing-masing siswa tidak terbatas. Dirinya juga memastikan relokasi ini bukan karena kelebihan siswa.

"Dengan memiliki gedung sekolah dan lahan sendiri, aktivitas siswa SMPN 46 bisa lebih leluasa. Insha Allah bukan karna tempat yang sempit atau juga kelebihan siswa," ungkapnya.

Selama semua siswa belum jadi satu di lokasi baru, guru-guru pengajar akan mondar-mandir dari sekolah lama ke sekolah baru. Namun diungkapkan Dini hal itu bukan persolan penting karena jarak kedua sekolah cukup berdekatan.

"Mungkin sampai akhir tahun ini semuanya sudah pindah ke tempat baru. Paling cepet bulan Oktober," paparnya.

SMPN 24 juga mengalami relokasi karena terkena pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Sekolah yang berada di Kompleks Marinir di kawasan Balas Klumprik ini dipindah ke kawasan Perumahan Kebraon.

"Tahun ajaran baru ini semua siswa dan guru SMPN 24 sudah menempati lokasi baru karena pembangunannya sudah tuntas," ungkap Eko Prasetyoningsih.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved