Barita Madiun
Untuk Upacara Bendera 17 Agustus di Madiun Telan Anggaran Rp 850 Juta
"Memang anggarannya besar. Karena mulai prosesi awal (seleksi dan penjaringan anggota Paskibraka) hingga pelaksanaan memakan waktu hampir dua bulanan,
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
SURYA.co.id| MADIUN - Prosesi perhelatan Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih yang bakal dilaksanakan di Alun-Alun Mejayan, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun 17 Agustus 2015 mendatang menelan dana sebesarRp 1 miliar.
Kendati proses Upacara Bendera yang dilaksanakan pada pagi dan sore (dalam sehari) itu, menelan anggaran sekitar Rp 850 juta.
"Memang anggarannya besar. Karena mulai prosesi awal (seleksi dan penjaringan anggota Paskibraka) hingga pelaksanaan memakan waktu hampir dua bulanan," terang Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Madiun, Herry Supramono mendampingi Kepala Satpol PP, Cahyo Nugroho dan Kabag Kesra, Hadi Widodo kepada Surya, Rabu (29/07/2015) saat dikofirmasi masalah anggaran upacara bendera itu.
Besaran anggaran itu, kata Herry dikelolah dan masuk pos anggaran dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Yakni sekitar Rp 500 juta dikelolah Satpol PP dengan rincian Rp 378,650 juta sudah disiapkan dalam APBD Tahun 2015 dan sebesar Rp 100 juta dipersiapkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2015.
Sedangkan sisanya sekitar Rp 328 juta dikelolah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Madiun.
Kendati demikian, kedua SKPD itu fokus dalam penanganan di bidangnya masing-masing dalam membiayai setiap kegiatan.
"Tidak ada yang tumpang tindih dalam penganggaran mulai persiapan hingga pelaksanaan upacara bendera itu. Sudah ada fokus penanganan masing-masing," imbuhnya.
Hery menguraikan sejumlah anggaran yang dibiayai Satpol PP Pemkab Madiun itu diantaranya saat pembekalan mental Paskibraka, Honor Pelatih, Gladi Kotor dan Gladi Bersih hingga pelaksaan upacara pengibaran dan penurunan bendera.
Diantaranya untuk pembelian baleho ukuran besar, persiapan berbagai pertunjukkan mulai koloni senapan, peragaan pencak silat (IPSI), balon udara, rontek (pesawat), terop dan rumbai-rumbai, konsumsi pasukan serta snack pasukan dan peserta upacara bendera.
"Kalau yang dibiayai Kesra itu diantaranya perlengkapan seragam baru mulai topi sampai sepatu 1 stel, konsumsi latihan paskibraka dan pelatih setiap hari, kaos paskibraka, honor pelatih serta biaya makan dan snack selama karantina untuk 75 anggota Paskibraka, pelatih dan pembina 15 orang, 5 pengawal, 2 Danki dan 2 Komandan Pleton (Danton)," urainya.
Sementara anggaran sebesar itu, kata Herry bakal terserap semuanya.
Alasannya, berdasarkan pengalaman Upacara Bendera 17 Agustus 2014 yang dilaksanakan kali pertama di Alun-Alun Mejayan itu sudah menelan anggaran Rp 600 juta.
Bedanya saat itu ditambah dengan adanya pertunjukkan terjun payung.
"Sekarang kan untuk panggung masih bongkar pasang karena Alun-Alun Mejayan belum ada pendopo (gasebo) untuk undangan dan Forpimda. Tapi, rencananya H-3 sebelum pelaksanaan, Alun-Alun Mejayan yang kini sedang diperbaiki sudah siap. Karena mulai hari itu latihan akan dipindah ke Alun-Alun Mejayan bukan di Stadion Pangeran Timoer lagi," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA