Kasus Pencabulan
Polda Jatim Juga Selidiki Dugaan Pencabulan di Anugerah School
Akibat aksi cabul M ini, satu orang siswa di sekolah itu stres dan meminta pindah sekolah. Korban bukan hanya laki-laki, namun juga perempuan.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SIDOARJO - Polda Jatim turun tangan dalam mengungkap kasus dugaan pencabulan pelajar SD Anugerah School, Sidoarjo.
Tim laboratorium forensik (labfor) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang di sekolah itu, Selasa (28/72015).
"Polda memback up kami untuk mengungkap kasus ini. Kemarin tim labfor kembali mendatangi lokasi kejadian untuk mencari alat bukti," ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Ayup Diponegoro, Rabu (29/7/2015).
Sebelumnya, pihak polres sebenarnya sudah menggelar olah TKP. Bahkan polisi memasang police line di toilet yang diduga menjadi lokasi pemcabulan beberapa siswa oleh pengawas kebersihan berinisial M. Garis polisi itu telah dicabut setelah pihak sekolah meminta izin pencabutan.
Disinggung apakah olah TKP yang digelar polres tak maksinal, Ayup membantahnya. Mantan Kasat Reskrim Polres Gresik itu menegaskan, labfor turun untuk mencari alat bukti. Dia tidak menjelaskan alat bukti apa yang dicari.
"Saya tidak bisa menjelaskan apa yang kami cari. Tapi turunnya tim labfor polda memang kami perlukan guna pengungkapan kasus ini. Kami ingin pengungkapan kasus ini teruji secara scientific investigation," ujar Ayup.
Saat ini dia sedang menanti hasil pemeriksaan tes psikologi yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Polda Jatim terhadap M dan para korban. Hasil pemeriksaan itu nanti bisa dijadikan acuan atau pelengkap penyidikan.
Rencananya, penyidik akan memeriksa dokter pertama yang memeriksa korban. Dalam pemeriksaan itu ditemukan luka gores dan lebam di area pangkal paha korban laki-laki. Pemeriksaan itu dilakukan sebelum visum oleh RS Bhayangkara Polda Jatim.
Diberitakan sebelumnya, dua orangtua siswa sekolah di kawasan Entalsewu, Buduran itu melaporkan dugaan pencabulan yang dialami anak-anak mereka ke polisi. Pencabulan ini diduga sudah lama terjadi. Korban diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang.
Akibat aksi cabul M ini, satu orang siswa di sekolah itu stres dan meminta pindah sekolah. Korban bukan hanya laki-laki, namun juga perempuan. Mereka dicabuli saat hendak ke toilet dan wastafel sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1307anugerah-school_20150713_143609.jpg)