Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Amoniak Senilai Rp 8,7 Triliun
Dari dua bank tersebut, kita sudah mendapat dana Rp 4,789 triliun sehingga kita masih butuh Rp 1,3 triliun
Penulis: Adi Agus Santoso | Editor: Titis Jati Permata
SURYA. co.id | GRESIK - Untuk memenuhi kebutuhan amoniak, PT Petrokimia Gresik (PT PG) bakal membangun pabrik Amoniak-Urea II dengan nilai investasi sebesar 661 juta dolar AS (Rp 8,7 triiliun).
Direktur Utama PT PG Hidayat Nyakman mengatakan, dari total kebutuhan biaya tersebut 70 persen di antaranya atau sebesar Rp 6,15 triliun akan didukung pihak perbankan, sedangkan sisanya 30 persen diambilkan dari dana internal perusahaan.
Dari pihak perbankan, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), selaku induk perusahaan PT PG, telah menandatangani perjanjian kredit investasi dengan PT Bank Nasional Indonesia (Persero) dengan nilai pinjaman sebesar Rp 3,289 triliun.
Selain itu, dukungan dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBI) PT PG juga mendapat suntikan dana sebesar Rp 1,5 triliun.
"Dari dua bank tersebut, kita sudah mendapat dana Rp 4,789 triliun sehingga kita masih butuh Rp 1,3 triliun yang akan kita cari dari perbangkan lainnya," ujar Hidayat Nyakman.
Pabrik Amoniak-Urea II itu, kata Hidayat, akan dibangun oleh kontraktor Wuhuan Engineering dan PT Adhi Karya (Persero).
Sedangkan pasokan gas sebagai bahan baku, akan disuplai Husky CNOOC Madura Limited (HCML) sebesar 85 MMSCFD dari lapangan MDA-MBH yang dikelola HCML.
Menurut Hidayat, pembangunan pabrik Amoniak-Urea II dirasa sangat mendesak, sebab saat ini pabrik amoniak eksisting PG hanya berkapastias produksi 445.000 ton/tahun, sedangkan kebutuhan PG mencapai 850.000 ton/tahun.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0104petrokimia.jpg)