Berita Sidoarjo
Pejabat Desa Khawatir Penyakit dari Sampah Kali Ketajen
Selain sampah, sungai ini mengalami mendangkalan. Tumpukan sampah ini membuat sungai semakin tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemerintah Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo melaporkan masalah sampah yang menyumbat Kali Ketajen ke kantor kecamatan. Namun, hingga seminggu sampah tetap belum juga dibersihkan dari aliran sungai.
Nanang Kosim, Sekdes Ketajen, mengatakan, warga khawatir bila sampah ini tak segera diangkat, penyakit bakal menyebar. "Kami khawatir kalau sampai penyakit menjangkiti warga. "Kami khawatir kalau ada warg yang sakit," ujarnya, Selasa (28/7/2015).
Pihak desa baru melapor ke kecamatan pada Senin (27/7/2015). Dia berharap agar laporan ini disampaikan ke dinas terkait. Pasalnya, semakin hari volume sampah semakin banyak dan memanjang sampai 300 meter.
Nanang mengungkapkan, sampah menumpuk mulai di depan kantor Desa Ketajen hingga pabrik New Era. Aliran air membawa sampah. Sampah terhenti di bawah jembatan yang posisinya hampir setara dengan permukaan air.
"Ketika air mengalir deras disertai sampah, sampahnya berhenti di jembatan itu. mandek disitu. Biasanya ada petugas yang nyodok pakai kayu agar sampahnya tidak tersumbat di jembatan," kata dia.
Permukaan Kali Ketajen, tepatnya di Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, dipenuhi sampah. Sampah menutup permukaan kali tersebut sepanjang 300 meter. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu minggu.
Pantauan Surya, sampah yang menimbun itu terdiri dari sampah rumah tangga, plastik, kayu, enceng gondok sampai bangkai hewan.
Akibat tumpukan sampah ini, aliran sungai mengadi mampet alias tidak mengalir sama sekali.
Kondisi sungai ini memprihatinkan. Selain sampah, sungai ini mengalami mendangkalan. Tumpukan sampah ini membuat sungai semakin tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Warga yang melintas di Jalan Betro dengan mudah bisa melihat 'pemandangan' ini.