Lebaran 2015

SNCM dan KBS Menikmati Rahmad Idul Fitri

Para teknisi yang sebagian besar berasal dari luar negeri, seperti Thailand dan Australia, disiagakan untuk setiap saat memeriksa kondisi wahana.

Penulis: Benni Indo | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Puncak kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) terjadi Minggu (19/7/2015), mencapai 24.000 orang. Jumlah ini meningkat drastis dibanding Tahun 2014 yang mencatat angka 19.000 orang.

“Trennya memang terus meningkat karena pada 2013 puncak kunjungan tercatat 17.000 orang,” ungkap Kepala Komunikasi KBS, Ryan Adi Djauhari (22).

Menurut Ryan, rata-rata kunjungan pada hari biasa berkisar 7.000 – 8.000 orang, tetapi pada Lebaran, tepatnya 18 Juli melonjak menjadi 14.000 orang. Senin (20/7/2015), tercatat 65.000 orang. “Kami targetkan, selama 10 hari bisa tembus 100.000 pengunjung,” katanya.

Dengan harga tiket Rp 15.000/orang, jika target terpenuhi maka KBS meraup Rp 1,5 miliar dalam 10 hari. Angka itu tidak termasuk pemasukan dari hewan tunggangan, seperti gajah, unta dan kuda yang dipatok Rp 5.000/orang untuk sekali keliling.

Masa panen raya juga dirasakan tempat hiburan yang relatif baru di Surabaya, Suroboyo Carnival Night Market (SCNM). Untuk memaksimalkan pendapatan, wahana wisata di kawasan Menanggal ini memperpanjang jam buka mulai 09.30 – 24.00 dan berlaku 16-26 Juli 2015.

Pada hari biasa, Selasa – Jumat, Suroboyo Carnival buka antara 17.00 – 23.00, dan Sabtu – Minggu buka antara 09.30 – 23.00.

”Jam buka yang lebih lama ini karena untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktunya libur Lebaran bersama keluarga. Biasanya, Senin kami libur, tapi khusus Lebaran kami buka,” kata Yanto Hadi, Supervisor Marketing Suroboyo Carnival Night Market, Selasa (21/7/2015).

Beda dengan KBS yang lonjakan pengunjungnya hanya dua kali lipat, di Suroboyo Carnival pengunjung naik lima kali lipat. “Hari biasa sekitar 2.000 pengunjung, tapi selama Lebaran, melonjak bisa sampai 10.000 pengunjung sehari. Minggu (19/7/2015) sampai 12.000,” kata Yanto.

Dengan jumlah pengunjung sebanyak itu, maka selama enam hari sejak pertama kali beroperasi lebih awal, Suroboyo Carnival yang harga tiketnya selama Lebaran Rp 80.000 perlembar, diperkirakan sudah mengantongi pendapatan senilai Rp 48 miliar. Angka tersebut belum termasuk dari wahana-wahana lain yang masih berbayar.

”Sebagian besar wahana memang sudah termasuk harga tiket. Tetapi, ada beberapa wahana, yang pengunjungnya masih harus membayar lagi untuk menggunakan. Salah satunya permainan gokart dan permainan uji ketangkasan yang pakai koin,” tambah dia.

Untuk semakin meningkatkan minat pengunjung agar berbondong-bondong datang, lanjut Yanto, pihaknya menawarkan beberapa program diskon. Di antaranya diskon 20 persen untuk lansia yang memiliki KTP seumur hidup, serta diskon-diskon lain yang penyelenggaraannya bekerja sama dengan beberapa perusahaan, antara lain maskapai penerbangan.

Sejak beroperasi setahun silam, Suroboyo Carnival mengoleksi tak kurang dari 50 jenis wahana hiburan. Masih menurut Yanto, aktivitas pemeliharaan terhadap wahana-wahana itu selama proses operasinya diperpanjang, semakin ditingkatkan.

Para teknisi yang sebagian besar berasal dari luar negeri, seperti Thailand dan Australia, disiagakan untuk setiap saat memeriksa kondisi wahana. Ini supaya tidak muncul gangguan teknis yang mengancam kenyamanan dan keselamatan pengunjung, ketika mencoba wahana.

Tak hanya para teknisi yang kerja lembur. Para staf lapangan maupun staf administrasi pun harus rela mengundur silaturahmi Lebarannya. ”Karyawan tidak ada yang mudik selama masa Lebaran. Kami semua tetap melayani pengunjung yang datang untuk berlibur. Mudik dan silaturahminya dipending sampai selesai lebaran nanti,” tutur pria dua anak yang tidak bisa ikut mudik bersama istrinya ke Banten ini. (day/ben/bni)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved