Selasa, 28 April 2026

Muktamar Nahdlatul Ulama

Tim Kesehatan Muktamar NU di Jombang Masih Kekurangan Ambulans

Ratusan relawan kesehatan yang akan bertugas selama pelaksanaan muktamar 1 hingga 5 Agustus ini berada di bawah koordinasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama

Penulis: Sutono | Editor: Yuli
Surya/Sri Wahyunik
KH Abdul Muchit Muzadi (tengah) saat menyampaikan penolakannya terhadap wacana pemakaian sistem AHWA dalam pemilihan ketua dan rais am NU dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG – Jadwal Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang kian mendekati pelaksanaan. Panitia pun makin sibuk menyiapkan fasilitas bagi peserta muktamar alias muktamirin.

Selain akodomasi, layanan kesehatan bagi para muktamirin tak ketinggalan disediakan. Untuk ini, telah disiapkan ratusan tenaga medis dari sejumlah rumah sakit (RS) di Jombang untuk dilibatkan sebagai relawan.

Ratusan relawan kesehatan yang akan bertugas selama pelaksanaan muktamar 1 hingga 5 Agustus ini berada di bawah koordinasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang.

Kepala Staf Tata Usaha (TU) RSNU Jombang, Hamid Bisri menuturkan, sedikitnya ada enam lokasi khusus yang akan dijaga tim medis untuk melayani para muktamirin.

Keenam lokasi itu, terang Hamid, empat pondok pesantren (ponpes) yang menjadi lokasi penginapan muktamirin, kemudian alun-alun tempat pembukaan sekaligus penutupan, dan Stadion Jombang, yang diplot sebagai lokasi pendaftaran peserta dan ajang eksibisi dan kesenian.

“Dari enam lokasi itu, kami bekerjasama dengan beberapa pihak. Seperti di Ponpes Tebuireng melalui Puskesmas Pesantren (Puskestren),” kata Hamid, Rabu (22/7/2015).

Hal serupa juga akan diterapkan di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif (PPMM), dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, yang akan bagi tugas dengan unit kesehatan di pesantren.

“Kami juga bekerjasama dengan RSUD Jombang dan RSAB (Rumah Sakit Anak dan Bayi) Muslimat. Tapi kegiatan layanan medis tetap di bawah koordinasi RSNU,” tambahnya.

Hamid menambahkan, pada saat Muktamar nanti, juga ada bantuan beberapa RS dari luar Jawa Timur. “Pastinya, RS di bawah naungan NU akan terlibat membantu kami, seperti RSNU Demak dan Salatiga,” lanjutnya.

Karena peserta muktamar mencapai sekitar 5.000-an, Hamid berharap ada bantuan transportasi untuk kelancaran penanganan kesehatan yang akan dilaksanakan tim medis saat muktamar mendatang.

“Jumlah ambulans kami terbatas. Kalaupun ada tambahan dari RSUD dan RSAB Muslimat, jumlahnya tetap saja kurang. Saya berharap nanti ada tambahan ambulans dari panitia,” pungkasnya.

Muktamar NU ke-33 digelar mulai 1 hingga 5 Agustus 2015 di Jombang.

Para muktamirin ditempatkan di empat pesantren. Masing-masing PPBU Tambakberas, PPDU Peterongan, PPMM Denanyar, serta Ponpes Tebuireng.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved