Sabtu, 18 April 2026

Kasus Pencabulan

Polisi Bawa Terlapor Pencabul Siswi SD ke RS Bhayangkara

Kasus dugaan pencabulan di SD Anugerah School terus bergulir. Rabu (23/7/2015), penyidik Polres Sidoarjo akan membawa terlapor ke Polda Jatim.

Penulis: Miftah Faridl | Editor: Yuli
surya/miftah faridl
SD Anugerah School yang diduga menjadi lokasi pencabulan terhadap sejumlah siswa di sana. 

SURYA.co.id | SIDOAJO - Kasus dugaan pencabulan di SD Anugerah School terus bergulir. Rabu (23/7/2015), penyidik Polres Sidoarjo akan membawa terlapor M ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani sesi pemeriksaan psikologi.

Polisi ingin memastikan kondisi kejiwaan M. Kasat Reskrim AKP Ayup Diponegoro menegaskan, pemeriksaan ini merupakan prosedur tetap dalam proses penyidikan kasua yang melibatkan anak.

"Kami berusaha melengkapi penyidikan. Jadi bukan untuk membuktikan apapun (pada pemeriksaan psikologi)," ujarnya. 

Polisi sebelumnya telah memeriksa M. Dalam pemeriksaan, pengawas bagian kebersihan itu membantah pengakuan dua korban pencabulan. Meski membantah, Ayup menegaskan penyidikan tidak hanya berpedoman pada pengakuan belaka.

Pasalnya, pada setiap kasus, juga polisi berpegang pada scientific investigation. Tes psikologi juga diberlakukan bagi dua korban. "Kita profesional saja. Pengakuan itu nanti kami cocokkan dengan temuan dan penyidikan kami," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Gresik itu.

Sampai saat ini, polisi telah memeriksa 10 saksi termasuk dua pemilik sekolah yang beralamat di Entalsewu, Buduran itu. Ada sejumlah saksi anak-anak yang hingga kini belum bisa diperiksa. Polisi menunggu mereka hingga hari libur sekolah berakhir.

Pekan lalu polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, yakni di toilet sekolah. Olah TKP ini dilakukan salah satunya dengan petunjuk yang diungkapkan para korban. Ada beberapa temuan yang dijadikan polisi sebagai petunjuk penyidikan.

Hanya saja dia enggan menjabarkan temuan itu. "Prinsipnya kita jalan terus dan terbuka. Pengakuan para korban perlu dibuktikan. Tapi memang anak-anak kan tidak mungkin berbohong," ujarnya melempar teka-teki.

Diberitakan sebelumnya, dua orang tua melaporkan dugaan pencabulan yang menimpa anaknya. Satu anak berkelamin laki-laki dan satu lagi perempuan. Polisi terkendala menyidik kasus ini karena minimnya saksi dan alat bukti.

Pencabulan ini diduga dilakukan M yang belerja sebagai pengawas petugas kebersihan di sekolah itu. Para korban mengaku dikerjai M saat hendak buang air kecil dan cuci tangan di toilet.

Diduga, pencabulan ini terjadi sejak lama. Jumlah korban juga diperkirakan lebih dari dua orang. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved