Rumah Sakit Husada Utama
Ada Helm Khusus untuk Kembalikan Bentuk Kepala Bayi Tak Normal
Kelainan bentuk kepala yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Yakni hydrocephalus sebanyak 29 persen kasus, kelainan bawaan 20 persen kasus.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang bayi yang baru saja dilahirkan, ternyata harus diperhatikan betul-betul bentuk kepalnya. Hal ini dikarenakan apabila bentuk kepala tidak normal, harus segera mendapat penanganan.
Dokter spesialis bedah saraf di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya, Dr Muhammad Arifin Parenrengi SpBS, mengatakan sejak bayi baru dilahirkan harus sesegera mendapat penanganan.
Penanganan yang tepat, ialah ketika bayi belum berusia 5 bulan. “Atau justru yang baik ialah begitu diketahui pas melahirkan. Karena tindakan ini paling berbeda dengan tindakan operasi,” terangnya ketika dihubungi, Selasa (21/7/2015).
Dr Arifin menerangkan apabila tindakan operasi harus menunggu usia setidaknya lebih dari lima tahun. Sedangkan untuk pemakaian helm ini, bisa digunakan sejak usia setelah dilahirkan. Terapi menggunakan helm khusus ini, memerlukan waktu yang cukup lama. Karena sekaligus merekonstruksi tulang kepala yang mengalami kelainan.
Ia menyebutkan kelainan bentuk kepala yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Yakni hydrocephalus sebanyak 29 persen kasus, kelainan bawaan 20 persen kasus. Dari kasus kelainan ini, akan menimbulkan yang namanya tumor otak.
“10 persen di antaranya bisa terkena tumor otak. Karena pertumbuhan sel otak atau jaringan otak yang tidak normal akibat volume otak nggak seimbang,” tambahnya.
Disamping itu, penggunaan helm khusus ini dipakai secara terus menerus selama masih dalam terapi. Namun pada tahap operasi dalam keadaan darurat saja bisa dilakukan kapan pun.
“Tetap harus sesuai prosedur kalau melakukan operasi, karena apabila dilakukan operasi setelah dilahirkan akan mempengaruhi tumbuh kembang otaknya,” tuturnya.