Polisi Larang Masyarakat Takbir Keliling

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, takbir keliling menggunakan kendaraan dengan berkonvoi di jalan malah berpotensi menimbulkan masalah

Polisi Larang Masyarakat Takbir Keliling
antara/abriawan abhe
Ilustrasi sejumlah remaja berlatih memukul bedug untuk persiapan malam takbiran menyambut Lebaran. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Polda Jatim mengimbau masyarakat agar tidak menggelar Takbir Keliling saat malam lebaran Idul Fitri. Polisi menyarankan, masyarakat sebaiknya menggelar takbir di Masjid atau di Mushola di wilayahnya masing-masing.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, takbir keliling menggunakan mobil, motor atau kendaraan lain dengan berkonvoi di jalan malah berpotensi menimbulkan masalah. Selain rawan terjadi kerusuhan, juka berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, kecelakaan lalu lintas, tawuran dan berbagai hal lain.

“Selain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, (larangn takbir keliling) juga untuk menjaga keamanan dan kondusifitas selama malam takbiran. Daripada takbiran sambil konvoi, akan lebih bagus jika takbir digelar di masjid atau mushola,” kata Kapolda Anas.

Seperti diketahui, sebelumnya juga pernah terjadi bentrok antarwarga saat menggelar takbiran keliling. Selain itu, juga ada kasus-kasus anarkis lain yang terjadi di sela takbir keliling. “Termasuk ada yang takbiran keliling sambil membawa dan melemparkan mercon dan sebagainya itu, ini perlu diantisipasi,” sambungnya.

Pihaknya berharap, para tokoh masyarakat, ormas, dan elemen-elemen lain turut aktif untuk menjaga kondusifitas wilayahnya masing-masing. Karana jika hanya polisi yang mengimbau dan bertindak, sulit untuk mewujudkan ketertiban, keamanan dan kondusifitas Jawa Timur.

Tapi bagi kelompok masyarakat atau sebagainya yang benar-benar ingin menggelar takbir keliling, polisi menyarankan supaya melapor atau memberitahukan dulu kegiatannya ke kantor polisi terdekat. Jika memungkinkan, akan diberikan izin tapi tetap dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

“Namun, konvoi menggunakan mobil bak terbuka tetap dilarang, apapun alasannya. Karena hal itu sangat membahayakan penumpangnya dan pengguna jalan lain. Bagi masyarakat yang hendak menggelar takbiran, kami sarankan untuk takbiran di masjid atau mushola saja, itu jauh lebih baik dan aman,” lanjut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuono.

Imbauan larangan takbir keliling itu sudah sejak beberapa waktu lalu disosialisasikan Polda Jatim kepada sejumlah kelompok masyarakat, tokoh masyarakat dan elemen-elemen lain. Serta, imbauan ini juga sudah disampaikan ke semua Polres Jajaran untuk menerapkan imbauan tersebut di wilayahnya masing-masing.(ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved