Senin, 27 April 2026

Berita Kediri

Salam Tempel PT GG Untuk Menjaga Tradisi

"Jauh hari panitia sudah kerja sama dengan BI untuk menukarkan uang baru," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni

SURYA.co.id| KEDIRI - Salam tempel atau pembagian uang yang dilakukan PT Gudang Garam (GG) Tbk sudah menjadi tradisi tahunan. Kegiatan itu dilakukan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Setiap pembagian salam tempel ada belasan ribu warga masyarakat yang ikut antre. Orang dewasa mendapatkan Rp 20.000 dan anak-anak dan balita mendapatkan Rp 10.000.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, juga dikerahkan ratusan personel keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI.

Termasuk personel Brimob dan Yonif 521 berikut tenaga satpam dikerahkan.

Sejak lima tahun terakhir panitia mulai menerapkan pembagian salam tempel dengan sistem saf per saf. Upaya ini dilakukan untuk memimalisir terjadinya desak-desakan pengantre.

Berdasarkan pengalaman selama ini pengantre salam tempel tidak hanya warga dari sekitar pabrik tapi juga warga sekitar wilayah Kediri. Di antaranya asal Nganjuk, Jombang dan Blitar serta Tulungagung.

Biasanya warga sudah mulai antre selepas Subuh dengan memadati lokasi pembagian yang dilakukan di Unit 1 Semampir. Lokasi pembagian dilakukan di halaman pabrik dan atrean dilakukan di sepanjang jalan yang ada di Unit 1.

Saat pembagian, jalan ditutup total dan dibagi dalam beberapa saf. Setiap saf berisi tak kurang sekitar 1.000 orang.

Pengantre perempuan dan anak-anak di barisan depan dan pengantre pria baru diberikan setelah pengantre perempuan selesai.

Dengan model ini dapat meminimalisir terjadinya desak-desakan massa.

Setelah saf pertama pembagiannya usai baru diteruskan ke saf berikutnya.

Sementara di lokasi pembagian telah dibatasi dengan pagar tong yang diisi air.

Melalui jalan yang dibatasi pagar tong ini penerima salam tempel berjalan berbaris dalam dua formasi.

Di ujungnya sudah siap petugas yang memberikan salam tempel kepada semua pengantre.

Kepala Bidang Humas PT GG Tbk Iwhan Tri Cahyono menjelaskan, setiap tahun pembagian salam tempel selalu diikuti belasan ribu peserta.

Untuk mengamankan kegiatan rutin tahunan itu dikerahkan ratusan personel keamanan.

Terkait uang yang dibagikan, pihak panitia jauh hari sudah bekerja sama dengan Kantor Bank Indonesia (BI) Kediri.

Karena uang yang dibagikan merupakan uang kertas yang masih baru.

"Jauh hari panitia sudah kerja sama dengan BI untuk menukarkan uang baru," jelasnya.

Setiap jumlah uang yang dibagikan berbeda-beda tergantung banyak sedikitnya warga yang antre. Pembagian uang salam tempel ini hanya butuh waktu sekitar 2 jam.

Namun antrean warga yang mengantre sudah mulai terlihat sejak dini hari.

Malahan warga yang datang dari luar kota biasanya sudah ada yang menginap di sekitar lokasi pembagian.

Mereka juga membawa serta sanak keluarganya mulai bayi, anak-anak balita, remaja, anak baru gede (ABG) dan manula.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved