Mudik Lebaran
Truk Dilarang Beroperasi
Mulai 12 - 21 Juli 2015, Jembatan Timbang akan berubah fungsi menjadi rest area bagi pemudik.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SURABAYA - Seluruh truk pengangkut barang dilarang beroperasi di jalan raya selama arus mudik, mulai H-5 hingga H+3 Lebaran, mulai Minggu (12/7/2015).
Meski demikian, sejumlah truk masih tampak berseliweran di Jalan Raya Jombang-Mojokerto. Belum jelas apakah mereka mengangkut barang yang ditoleransi atau bukan. Sebab truk yang boleh melintas adalah pengangkut sembako, ternak, BBM, pupuk serta barang pos.
"Selain melarang truk pengangkut barang, seluruh Jembatan Timbang juga dilarang dioperasikan sebab akan menghambat kelancaran lalu lintas," kata Kepala Dishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi.
Mulai 12 - 21 Juli 2015, Jembatan Timbang akan berubah fungsi menjadi rest area bagi pemudik. Seperti di Mojoagung, Jembatan Timbang menjadi tempat peristirahatan pemudik lengkap dengan tenda dan fasilitasnya.
"Edaran larangan truk beroperasi itu sudah kami sosialisasikan ke seluruh Organda kendaraan angkut dan truk," tambah Wahid.
Namun perkecualian bagi truk-truk yang mengangkut sembilan bahan pokok, BBM, ternak, pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang ekspor atau impor dari dan ke Pelabuhan Tanjung Perak.
"Kami tak ingin menghambat arus barang ekspor impor. Khusus angkutan ekspor impor harus mendapat izin dulu dari kami. Selama tak mendapat izin, mereka kami tindak. Kami akan lihat kelaikan jalan hingga uji kir mereka juga," tegas Wahid.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA