Pengakuan Pedagang TPS Pasar Turi
Omzet Turun, Bukan akibat Adanya Pasar Turi Baru
Penurunan omzet tersebut diakui bukan disebabkan adanya pedagang lain yang sudah menempati Pasar Turi Baru, di belakang TPS.
Penulis: Mohammad Rizal Ghurobi | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Omzet para pedagang Pasar Turi di tempat penampung sementara (TPS) diakui mereka sedang lesu. Namun, penurunan omzet tersebut bukan disebabkan adanya pedagang lain yang sudah menempati Pasar Turi Baru, di belakang TPS. Tetapi hanya karena pengaruh iklim ekonomi Indonesia yang juga turun.
"Kalau kita gak terpengaruh mereka, justru mereka yang terpengaruh dengan adanya kita. Saat ini kita dalam kondisi normal, menjelang berakhirnya bulan puasa juga normal, ini kan banyak penyebab, salah satunya gara-gara ekonomi nasional lesu," tutur salah satu perwakilan pedagang Pasar Turi di penampungan sementara.
Ia menambahkan, banyak faktor penyebab turunnya omzet, mendekati hari masuk sekolah dan rupiah yang anjlok juga ikut memengaruhi penurunan penjualan di Pasar Turi lama. Namun, sekali lagi ia menegaskan, bukan karena adanya Pasar Turi Baru.
Sementara itu Rosyi, pedagang pakaian dan atribut TNI menjelaskan, penjualannya saat ini memang turun, karena memang belum ada moment orang berbelanja di sini.
"Ya nanti kalau udah bulan ke delapan sampe ke sepuluh, penjulan berangsur naik. Kalau sekarang belum, belum momentumnya soalnya," jelasnya.
Saat ditanyai mengenai kemungkinan untuk pidah ke Pasar Turi Baru, ia menjawab hal itu hanya tinggal menunggu 'win-win solution' dari pemerintah dan investor.
"Kita sama-sama tau lah, Bu Risma juga tau kalau di sana penuh dengan pelangaran. Yang semula rancangannya gak gitu sekarang jadi gitu, belum masuk kena 7 juta, tiap bulan kena 1,5 juta. Ini kok kaya peraturan. Jadi kita ini gak mau tertipu lagi," tegasnya.
Selain dirasa banyak pelangaran, pengelolaan layaknya pasar modern dirasa juga menjadi faktor tidak mau pindahnya para pedagang.
"Bukannya gak mau masuk, tapi kembalikan juga pengelolaan ke pasar tradisonal. Orang dari nenek moyang saya, dikelola kaya pasar tradisonal kok sekarang malah kayak gitu," jelasnya salah satu perwakilan pedagang.
Ia menambahkan langkah Walikota Tri Risma Harini menolak pedagang lama masuk ke Pasar Turi Baru dirasa sudah tepat.
"Ya itu sudah tepat, orang bu Risma pro rakyat kok," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pedang-tps-pasar-turi_20150712_223400.jpg)