Sabtu, 25 April 2026

Dugaan Pencabulan Siswa SD di Sidoarjo

Guru SD Anugerah School Tahu Ada Pencabulan

"Pernah. Guru kelas bilang kalau ke kamar mandi, harus dua sampai empat orang biar bisa saling jaga," ujar korban dalam rekaman video tersebut.

Penulis: Miftah Faridl | Editor: Parmin

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus dugaan pencabulan dan kekerasan terhadap beberapa siswa SD Anugerah School terjadi selama bertahun-tahun. Para guru atau pengajar di sekolah itu juga mengetahui peristiwa nahas yang terjadi pada beberapa siswa di sana.

Surya.co.id secara eksklusif mewawancarai orang tua yang anaknya menjadi korban. Sebut saja dia Angie. Kepada Surya.co.id, Angie menunjukkan rekaman pengakuan akanya yang masih berusia 8 tahun. Dari rekaman tersebut, ada indikasi bahwa para guru di sekolah itu tahu adanya pencabulan di toilet.

Angie memancing anaknya dengan pertanyaan apakah dia dan teman-temannya pernah melapor ke guru kelas. Si anak menjawab pernah.

"Pernah. Guru kelas bilang kalau ke kamar mandi, harus dua sampai empat orang biar bisa saling jaga," ujar korban dalam rekaman video tersebut.

Secara eksplisit, korban mengaku sosok yang mencabulinya. Dia menyebutnya dengan panggilan Koko M.

Ditanya alasan mengapa harus bersama-sama saat ke toilet, guru kelas versi korban mengatakan terlalu berbahaya kalau ke toilet seorang diri.

Bahkan saat Angie melaporkan kejadian ini kepada guru kelas anaknya, guru itu mengaku selalu mengawasi murid-muridnya saat ke toilet.

"Dia bilang selalu mengintip dari kelas untuk ngawasi anak-anak yang ke toilet," katanya.

Dugaan guru di Anugerah School tahu bahwa M sering melakukan pelecehan seksual juga keluar dari mulut orang tua lain.

Bahkan, M menjahili anaknya sejak dua tahun lalu. Saat itu anaknya masih kelas 2. Saat itu, M tepergok berusaha mencabuli anaknya.

"Anak saya melawan saat M berusaha mencabuli. Anak saya menendangnya. Kemdian kaki anak saya dipegang dan berusaha dicabuli. Untung saat itu ada dua teman anak saya yang memergoki aksi M itu. Mereka lantas lari dan lapor ke guru kelas," ujarnya.

Pihak sekolah memilih bungkam saat ditanya tentang persoalan ini. Miss Wenny, Kepala SD Anugerah School hanya mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini ke pihak kepolisian.

"Kasusnya kan sudah ditangani polisi, jadi lebih jelasnya silahkan tanya ke polisi saja," jawabnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved