Berita Kediri
Tak Bawa Rujukan, Penderita Jiwa Batal Dirawat di RS Eks Psikotik
Arif mengaku sudah berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Ponggok untuk mendapatkan surat rujukan bagi Agus.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | KEDIRI - Harapan Agus Susanto (16), penderita gangguan jiwa mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik, Kabupaten Kediri harus tertahan.
Masalahnya, warga Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar itu tidak membawa surat rujukan dari puskesmas setempat.
Upaya lobi yang dilakukan para relawan untuk menyusulkan surat rujukan dari puskesmas tetap tidak diterima. Akibatnya Agus dibawa kembali ke kampung halamannya.
"Sebenarnya kami berharap surat rujukan disusulkan, tapi petugas tetap tidak dapat menerima," ungkap Arif Witanto, Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim kepada Surya, Sabtu (11/7/2015).
Agus dirujuk ke rumah sakit rehabilitasi sosial karena menderita gangguan kejiwaan.
Bahkan, beberapa waktu lalu Agus kabur dari rumah hingga ditemukan di daerah Tegal, Jawa Tengah.
Petugas Dinas Sosial dari Tegal kemudian memulangkan kembali Agus ke rumahnya.
Khawatir Agus bakal mengembara lagi, keluarganya kemudian menghubungi relawan untuk membawa Agus ke rumah sakit rehabilitasi.
Arif sendiri mengaku sudah berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Ponggok untuk mendapatkan surat rujukan bagi Agus.
"Kami dijanjikan diberi suratnya Senin, setelah suratnya keluar kami akan membawa lagi Agus ke rumah sakit rehabilitasi," tambahnya.
Ina Nuryani petugas Rumah Sakit Rehabilitasi Sosial Ex Psikotik membenarkan pasien baru yang masuk harus membawa surat rujukan.
Saat ini Rumah Sakit Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik telah menampung sekitar 135 penderita. Rumah sakit ini menjadi rujukan penderita eks psikotik yang ada di Jatim.
Rata-rata pasien membutuhkan perawatan dalam hitungan bulan sampai tahunan.
"Ada yang dirawat tiga bulan kondisinya mulai normal. Namun ada yang bolak-balik masuk setelah dirawat," jelasnya.
Perawatan sendiri difokuskan supaya pasien dapat mandiri mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Namun petugas juga memberikan latihan ketrampilan.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1107psikotik-gangguan-jiwa_20150711_162000.jpg)