Tata Kota Surabaya
Surabaya Segera Punya Trem Sepanjang 20 Km seperti Zaman Kolonial
#SURABAYA - Secara umum jalur trem akan memfungsikan rel KA yang dibangun sejak zaman kolonial belanda dan tidak dipakai.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Paling lambat Agustus 2015, realisasi pembangunan angkutan masal cepat (AMC) di Kota Surabaya segera terlihat.
Kementertian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretapian memastikan akan memasang rel untuk membelah Kota Surabaya tersebut.
Telah disiapkan rel sepanjang kurang lebih 20 Km untuk jalur trem ini. "Dua bulan lagi, rel untuk angkutan masal trem di Surabaya akan terpasang. Kami juga telah mendesain trem Surabaya ini," kata Kepala Dirjen Perkeretapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko, Jumat (10/7/2015).
Saat ini, tahapan desain angkutan masal itu tengah dikerjakan. Paling cepat dua bulan lagi atau September akan dimulai pemasangan rel. Bentangan jalur kereta ini akan melintas persis membelah setiap jalan raya Surabaya.
"Sebenarnya, trem yang akan segera direalisasikan di Surabaya itu merupakan reaktifasi jalur trem yang sebelumnya pernah ada. Hanya menghidupkan kembali jalur yang sebelumnya sudah ada," kata Hermanto.
Trem sebagai angkutan massal cepat akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia, BUMN yang berpengalaman di bidang perkeretaapian. Saat ini dilakukan tender untuk proyek trem tersebut. Berlum diketahui anggaran yang dipatok.
Trem itu akan membentang dari selatan hingga utara Surabaya. Pemkot saat ini juga survei jalur yang akan dilewati trem.
Secara umum jalur trem akan memfungsikan rel KA tempo doeloe yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda dan tidak dipakai.
Selama ini sudah terpendam aspal. Teknisnya, apakah membongkar aspal atau membuat rel baru. Jalur trem ini akan membentang sepanjang sekitar 17 kilometer.
Untuk jalur selatan akan dimulai dari Wonokromo-Kebun Binatang Surabaya (KBS)-Jalan Pandegiling-Embong Malang-Kedungdoro-Pasar Blauran-Pasar Turi.
Lalu menuju Surabaya utara, yakni di Jalan Indrapura, memutar ke arah Jalan Rajawali-Jembatan Merah-Tugu Pahlawan- Jalan Tunjungan-Jalan Panglima Sudirman dan kembali lagi menuju Wonokromo.
Trem ini nantinya memiliki 29 titik pemberhentian atau halte. Jarak tiap halte antara 1,5 km-2 km. Trem berisi dua gerbong dengan kemampuan muat sebanyak 200 orang.
Gerbong trem akan didatangkan dari luar negeri. Untuk bahan bakar, sudah disepakati bahwa trem akan menggunakan teknologi listrik yang disimpan di baterainya. Dengan teknologi itu, trem dapat melaju rata-rata 30 km/jam.
Saat ini, Kemenhub terus mendorong agar angkutan massal di tengah kota bisa segera direalisasikan. Orang akan punya pilihan untuk memilih moda transportasi umum. Bila nyaman tak macet, trem diyakini menjadi solusi warga beralih ke tranportadi umum ketimbang naik mobil pribadi.
Jika beralih ke tansportasi umum, kemacetan di tengah kota bisa dikurangi. Belum lagi nanti diterapkan kebijakan parkir mobil yang lebih mahal. "Tidak saja trem, Pemkot Surabaya akan segera merealisasikan monorel," kata Plt Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat.
Monorel ini adalah impian moda transportasi yang bisa langsung mengjangku Bandara Juanda. Jalurnya khusus dari Gubeng-Wonokromo-Waru dan menuju parkir Juanda.
"Kami akan bicarakan khusus ini dengan TNI AL. Karena akan melewati tanah mereka," kata Dirjen Perkeretaapian Hermanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/trem-di-alun-alun-surabaya-tempo-doeloe-soerabaia-soerabaja_20150710_204200.jpg)