Pra PON 2015
Full TC Dua Bulan, Wushu Jatim bakal Sparring dengan Dua Atlet Tiongkok
"Kami benar-benar fokus latihan pada TC ini. TC ini berlokasi di dekat area menuju Gunung Ijen," tuturnya, Kamis (9/7/2015).
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Ingin memaksimalkan kekuatan menuju Pra PON pada 22-26 September 2015 di Bandung, wushu Jatim memilih menggelar training centre (TC). TC yang digelar selama dua bulan, terhitung 23 Juli sampai 16 September ini, akan dipusatkan di Banyuwangi dan diikuti atlet wushu di nomer sanda (tarung).
Pelatih wushu Jatim, Agus Suprayitno menjelaskan, TC ini adalah program latihan pamungkas, sebelum turun di Pra PON mendatang. TC ini digunakan untuk meningkatkan fisik dan skill atlet puslatda.
"Kami benar-benar fokus latihan pada TC ini. TC ini berlokasi di dekat area menuju Gunung Ijen," tuturnya, Kamis (9/7/2015).
Diuraikan, ada 5 atlet puslatda wushu nomer sanda yang dipastikan ikut TC. Selain itu, ada juga tiga atlet wushu yang selama ini menjadi sparring partner 5 atlet puslatda saat berlatih.
"Karena mereka ikut TC, maka mereka harus meninggalkan keluarga untuk sementara. Mereka harus fokus latihan hingga tidur di camp," tegasnya.
Tak hanya sekadar latihan, pihaknya juga akan memasukkan dua atlet wushu dari Tiongkok dalam TC itu. Dengan adanya dua atlet Tiongkok itu, mereka benar-benar akan belajar tentang bagaimana cara bertarung (sanda) sesuai standar. Sparring dengan dua atlet Tiongkok ini, dilakukan secara bergantian.
"Adanya sparring ini, kami berharap skill atlet meningkat pesat jelang Pra PON," tegasnya.
Fokusnya wushu Jatim dalam TC ini, tak lepas dari beratnya persaingan pada Pra PON mendatang. Pada event itu, Jatim harus berjibaku dengan musuh utamanya, DKI Jakarta dan Sumut dalam raihan medali. Di Pra PON, dari 11 kelas yang dipertandingkan, Jatim dibebani target tiga emas dan meloloskan semua atlet menuju PON Jabar 2016.
"Jika target tiga emas ini terealisasi, maka beban kami di PON Jabar mendatang sedikit berkurang, Kami akan mengevaluasi hasil di Pra PON itu, untuk menentukan target di PON 2016," pungkasnya.