Breaking News:

Ramadan Mubarak

Modal Uang Juragan dapat Untung Lumayan

Satu pedagang lapak dalam sehari ada yang mampu menjual uang baru hingga Rp 15 juta.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Wahjoe Harjanto
Modal Uang Juragan dapat Untung Lumayan
surya/didik mashudi
BISNIS UANG - Setiap menjelang Lebaran penjual uang baru banyak menjamur di Kota Kediri, Rabu (8/7/2015).

SURYA.CO.ID | KEDIRI - Setiap menjelang Lebaran, Eva (30) menjalani profesi baru membuka lapak untuk menjajakan uang rupiah baru. Keuntungan dari penjualan uang baru ternyata cukup menggiurkan, setiap bendel uang baru berkisar Rp 10.000 - Rp 15.000.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri transaksi penukaran uang baru terus mengalami peningkatan. Satu pedagang lapak dalam sehari ada yang mampu menjual uang baru hingga Rp 15 juta.

Uang baru yang paling banyak diburu mulai pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000. Namun yang terbanyak ditukarkan masyarakat pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000.

Bagi sebagian masyarakat masih ada kepercayaan memegang uang kertas rupiah yang masih baru menjadi tradisi setiap menjelang Lebaran. Uang baru tersebut kebanyakan untuk uang saku kepada kerabatnya.

"Awal-awal puasa memang pembelian masih sepi. Tapi menjelang Lebaran seperti saat ini mulai ada peningkatan. Dalam sehari transaksinya mencapai Rp 5 jutaan," ungkap Eva.

Perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga itu mengaku mendapatkan untung yang lumayan. Karena untuk membuka lapak penukaran uang baru tidak banyak butuh modal banyak.

"Kami hanya sekedar membuka tempat penukaran saja. Karena uang baru ini kami peroleh dari juragan asal Surabaya," ungkap Eva.

Keuntungan yang diperolehnya berdasarkan jumlah penukaran bendelan uang baru. "Kalau lagi ramai bonusnya sehari bisa lumayan. Kalau sepi paling Rp 50.000," tambahnya.

Penuturan senada juga dikemukakan Doni (35) dan Setiawan (32) yang mengaku sejak seminggu terakhir mulai ada peningkatan penukaran uang baru. Karena omset transaksinya meningkat cukup signifikan. "Sejak kemarin transaksi saya rata-rata mencapai Rp 7 jutaan," jelasnya.

Di Kediri setidaknya ada dua orang penyandang dana para pedagang lapak penukaran uang baru. Kedua penyandang dana itu Mahfud warga Kediri dan Mujiono warga Surabaya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved