Senin, 13 April 2026

Berita Luar Negeri

Kembali Raja Hutan ke Rwanda Dielu-elukan Warga

Singa di Rwanda musnah di tahun-tahun setelah genosida Tahun 1994, yang menyebabkan 800.000 orang tewas.

Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | RWANDA - Disambut bak Pahlawan dengan nyanyian selamat datang dari murid-murid sekolah, tujuh singa, dua jantan dan lima betina, kembali hadir di Taman Nasional Akagera Rwanda, setelah 1994, Senin (6/7/2015).

Raja Hutan itu melakukan perjalanan maraton 30 jam dari Afrika Selatan melalui udara, kemudian jalan darat menuju Taman Nasional Akagera Rwanda di bagian timur negara itu, sebuah taman seluas 112.000 hektare yang berbatasan dengan Tanzania.

Satu per satu Raja Hutan dilepaskan ke tempat penampungan sementara selama menjalani karantina awal sekitar dua minggu, sebelum diperbolehkan keluar ke alam liar di lingkungan taman.

"Ini adalah tonggak konservasi besar, itu adalah awal yang fantastis babak baru untuk singa di Rwanda," kata Direktur Taman Nasional Akagera, Jes Gruner.

Singa di Rwanda musnah di tahun-tahun setelah genosida Tahun 1994, yang menyebabkan 800.000 orang tewas. Pengungsi yang melarikan diri dan orang terlantar menduduki wilayah Taman Nasional sehingga singa-singa disana diusir atau dibunuh untuk melindungi ternak mereka.

"Saya masih memiliki foto tiga singa terakhir yang diracun, itu sangat sedih," kata Dokter Hewan Tony Mudakikwa.

Kembalinya singa lebih dari sekedar konservasi yang sukses. "Kami sangat antusias sebagai bangsa. Kami bangga untuk menyambut para singa ini," kata Yamina Karitanyi, Kepala Pariwisata Dewan Pengembangan Rwanda.

Sekitar dua jam perjalanan dengan kendaraan dari Ibu Kota Kigali, Taman Nasional itu adalah tujuan wisata utama, dengan sekitar 28.000 pengunjung pada Tahun 2014.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
konservasi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved