Selasa, 19 Mei 2026

Kereta Api

Tujuh Lokomotif Bekas Terbakar di Depo Sidotopo, Surabaya

SURABAYA - Kebakaran melanda depo kereta api (KA) Sidotopo, Surabaya, Minggu (5/7/2015) siang.

Tayang:
Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
TERBAKAR - Petugas PMK melakukan pemadaman pada kebakaran yang membakar delapan lokomotif dan gerbong kereta api di Komplek Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya, Minggu (5/7). Api diduga berasal dari alang-alang di sekitar lokasi yang merembet mengenai lokomotif dan gerbong milik PT KAI Daerah Operasi 8, Surabaya, yang telah menumpuk dan tidak terpakai. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebakaran melanda depo kereta api (KA) Sidotopo, Surabaya, Minggu (5/7/2015) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran. Tujuh lokomotif bekas terbakar dalam insiden yang berlangsung sekitar sejam ini.

Sampai sekarang belum diketahui penyebab kebakaran itu. Kepala Dinas Pemadam Surabaya, Chandra Ratmangun menduga kebakaran ini bermula dari terbakarnya alang-alang di sekitar depo. Dia pun belum mengetahui penyebab terbakarnya alang-alang itu.

“Informasinya, ada warga yang membakar sampah sehingga alang-alangnya terbakar,” kata Chandra kepada Surya.

Chandra mengakui bisa saja alang-alang itu terbakar tanpa ada yang membakar. Biasanya alang-alang terbakar sendiri bila cuaca panas mencapai 40 derajat celsius. Tapi Chandra memperkirakan cuaca Surabaya tadi siang hanya sekitar 33 derajat celsius.

Petugas depo tidak mengetahui alang-alang di depo itu terbakar. Petugas baru mengetahuinya setelah melihat asap tebak membumbung. Satu lokomotif sudah terbakar.

Petugas berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Tapi api semakin membesar sehingga petugas menghubungi Dinas Pemadam.

Saat mobil pemadam datang, api sudah menghanguskan tujuh lokomotif. Mobil pemadam butuh waktu sekitar 30 menit untuk memadamkan api. Agar tidak menimbulkan kebakaran lagi, mobil pemadam membasahi sekitar depo selama sejam.

“Kami mengerahkan sembilan mobil pemadam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Depo Sidotopo, Agung Sampara menegaskan lokomotif yang terbakar itu bukan lokomotif yang sedang perbaikan atau perawatan. Tujuh lokomotif itu sudah lama tidak digunakan. Makanya dia memastikan kebakaran tujuh lokomotif itu tidak akan menggangu persiapan arus mudik.

“Semuanya lokomotif bekas. Tidak ada yang digunakan untuk arus mudik,” kata Agus.

Tags
Kereta Api
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved