Perampokan Toko Emas Artama

Polisi Menduga Pelaku Spesialis Pembobol Brankas

"Kalau bukan spesialis tak mungkin bisa membuka brankas itu. Kami menduga mereka komplotan spesialis pembobol brankas," terang AKP Gatot Setia Budi.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
surya/sudarmawan
Kondisi toko emas Artama yang Sabtu dini hari (4/7/2015) dibobol sekawanan perampok. 

SURYA.co.id | MADIUN - Sekawanan pelaku perampokan yang membobol brankas berisi 1 kilogram emas dan uang Rp 10 juta dari toko Emas Artama disebut polisi sebagai spesialis pembobol brankas.

Polisi menganalisis perampokan toko emas di Ruko Depan Pasar Caruban Baru, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun itu disebutkan tidak semua, kawanan pencuri berhasil membobol brankas dengan kondisi ketebalan sekitar 15 sampai 20 sentimeter jika tidak tahu kondisi brankas.

"Kalau bukan spesialis tak mungkin bisa membuka brankas itu. Kami menduga mereka komplotan spesialis pembobol brankas," terang Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Gatot Setia Budi, Minggu (05/07/2015).

Gatot menduga pembobolan toko emas itu memakai las dan gerindra.

Selain itu, Gatot memastikan hingga kini belum ada satu orang tersangka pun yang berhasil ditangkap, tetapi polisi mencurigai beberapa orang meskipun bukan pelaku utama.

"Belum mengarah ke siapa pun pelakunya, makanya sekarang informasi yang berkembang di lapangan kami dalami untuk menemukan para pelakunya," tegasnya.

Sedangkan saat ditanya apakah para pelakunya sama dengan pelaku yang 6 bulan sebelumnya berhasil membobol toko emas itu, akan tetapi keluar tak membawa uang dan perhiasan sama sekali, Gatot juga belum bisa memastikannya.

"Kalau lihat jalannya lewat atap ada kemunkinan pelakunya memang sama. Tetapi, jika dengan kondisi hasil olah TKP pembobolan brankas dan lainnya bisa jadi bukan pelaku yang sama. Tapi, semua ini kami kembangkan dan kami dalami untuk melacak para pelakunya," paparnya.

Sementara itu, Gatot menegaskan meski sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik bengkel di sebelah toko emas, tetapi belum mencurigai keterlibatan orang dalam kasus perampokan tersebut.

"Kami belum mengarah kecurigaan orang dalam sama sekali, tapi informasi di lapangan ada satu nama yang terus didalami," urainya.

Sedang pemilik Toko Emas Artama, Atmani, berusaha mendatangkan produsen brankas dari Surabaya lantaran di dalam brankas itu masih ada beberapa saf perhiasan dan emas yang masih bisa diselamatkan.

Brankas tersebut telanjur dilas dan digerindra oleh para pelaku perampokan dan kini tak bisa berfungsi normal.

Toko Emas Artama di Ruko Depan Pasar Caruban Baru, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun dibobol kawanan perampok pada Sabtu (4/7/2015) dini hari.

Para perampok berhasil membawa emas 1 kilogram dan uang tunai Rp 10 juta dari toko emas.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved