Ramadan 2015

Selama Arus Mudik Lebaran, Kepadatan Mobil Naik 5 Persen, Motor 7 Persen

Kepadatan mobil tahun ini meningkat. Diperkirakan 1,6 juta mobil akan berada di jalan. Diprediksi, kepadatan mobil naik sampai 5,8 persen.

Selama Arus Mudik Lebaran, Kepadatan Mobil Naik 5 Persen, Motor 7 Persen
foto/antara
lustasi - Arus Mudik

SURYA.co.id | SURABAYA - Arus mudik Lebaran diberlakukan mulai 3 Juli 2015 atau tepat H-15 Lebaran. Untuk mempersiapkan hal itu, Dinas Perhubungan Jatim menggelar Apel Terpadu Siaga Mudik Lebaran di kantor Dishub Jatim Jl A Yani, Surabaya, Jumat (3/7/2015) sore.

Seluruh anggota keamanan gabungan mulai dari polisi, keamanan angkutan darat, laut, udara, Jasa Raharja, hingga Angkasa Pura dikerahkan dalam apel siaga tersebut. Selain itu, sejumah operator kapal dan organda juga hadir dalam gelar apel siapa Lebaran tersebut.

Dalam Gelar Apel Siaga Mudik Lebaran itu dihadiri Kementerian Perhubungan yang diwakili Dirjen Perkeretapian Hermanto. "Unsur Kementerian Perhubungan, polisi, ASDP, KAI, Angkasa Pura, semua kami libatkan dalam pengemanan angkutan lebaran," kata Hermanto.

Apel siaga ini dikatakan Hermanto untuk memastikan kesiapan seluruh petugas salam melayani pemudik di jalan raya. Semua pihak harus berkoordinasi dalam mobilitas manusia yang mencapai jutaan mudik tahun ini.
Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa jutaan orang itu akan pulang kampun.

"Kepadatan mobil tahun ini meningkat. Diperkirakan 1,6 juta mobil akan berada di jalan. Diprediksi, kepadatan mobil naik sampai 5,8 persen," kata Hermanto.

Mudik motor tetap menjadi perhatian paling serius Kementerian Perhubungan. Diperkirakan, pemudik yang naik motor akan naik hingga 7 persen. Kementerian sudah mermimnalisasi kepadatan motor dengan melayani mudik angkut motor gratis.

Pendaftaran dibuka sejak 15 Juni lalu, baik melalui online maupun offline. Sudah ada 20.000 an motor yang akan diangkut ke tempat tujuan. Khusus mudik angkut motor gratis telah dinggarkan Rp 36 miliar dari APBB.

Kementerian juga menyiapkan
44.871 bus, 71 kapal, 86 kapal perintas, serta disiapkan pesawat udara 450 pesawat dengan total 300.000 seat seluruh Indonesia.

"Untuk kepadatan di Pantura sudah ada sejumlah ruas tol beroperasi. Misalnya tok Cikokol. Diharapkan ini bisa mengurangi macet. Tapi tetap hati-hati karena masih minim rambu," kata Hermanto.

Potensi permasalahan dan gangguan lalu lintas harus menjadi perhatian petugas den pemudik. Seperti pasar tumpah, alur rel, sampai jalur alternatif.

Sementara itu, Kepala Dishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi menyampaikan bahwa seluruh sarana dan prasana angkutan jalan telah siap. Bahkan kesiapan jalan di Jatim sudah 89 persen.

"Kami sudah koordinasi dengan Dishub seluruh daerah dan petugas polisi di Jatim. Petugas tak akan memberi toleransi untuk angkutan mudik yang tak laik. Misalnya, kaca pecah, ban depan vulkanisir, uji kir. Sebisa mungkin antisipasi kecelakaan dengan kelaikan jalan kendaraan ini," kata Wahid.

Dishub juga menggandeng petugas kesehatan untuk mengecek kondisi sopir. Mulai dari kelelahan hingg tensi pengemudi. "Kami periksa tensi, pengaruh miras, sampai tes urine untuk penggunaan narkoba," kata Wahid.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved